Selasa, 11 Desember 2012

Super Freakonomics



Jika (masih) penasaran tentang bagaimana ekonomi mempengaruhi hidup dan perilaku kita sehari-hari, bacalah SuperFreakonomics. Beberapa masalah remeh dan sederhana yang belum terjawab di Freakonomics dijawab dengan uraian-uraian yang mudah dimengerti oleh Steven D Levitt dan Stephen J Dubner.
Metode yang mereka pakai ketika meneliti suatu masalah masih sama, antara lain : mengupah orang dalam subyek penelitian untuk mengumpulkan kuesioner, mencoba kehidupan subyek-subyek penelitian, mengecek ulang hasil-hasil penelitian yang ada, melakukan wawancara langsung dan metode-metode lain yang bisa dibaca di SuperFreakonomics.
Ada 5 cerita utama yang dibagi dalam 5 bab. Bab pertama bercerita tentang persamaan orang-orang yang mencari penghasilan di peak season. Cerita kedua tentang melacak pola tingkah laku manusia. Bagian ketiga tentang akibat-akibat tidak langsung dari perilaku dan kebiasaan manusia (eksternalitas). Bab 4 menguraikan berbagai solusi dari permasalah khas manusia modern, misal kecelakaan lalu lintas dan penyebaran penyakit, dan kenapa manusia cenderung menolak solusi tersebut. Bagian kelima khusus membahas Pemanasan Global (Global Warming),cara mudah mengatasinya dan bagaimana solusi itu bertentangan dengan pandangan politik umum.


Superfreakonomics mengajak kita melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda untuk mencari solusi yang paling mudah dan sederhana. Contohnya untuk mencegah penyebaran penyakit yang masif di rumah sakit, cara paling mudah adalah meminta dokter-dokter dan perawat-perawat mencuci tangan SETIAP KALI menemui pasien baru. Tantangannya: ego para dokter terlalu tinggi untuk mengakui bahwa merekalah sumber utama penyebaran penyakit di rumah sakit.
Solusi yang ditawarkan SuperFreakonomics kadang tidak terlintas di benak orang-orang. Untuk mengatasi pemanasan global cukup menyemburkan gas sulfur ke stratosfer. Tidak ada orang awam atau pemikir manapun (kecuali yang menawarkan ide tersebut) yang memikirkan hal tersebut.
Kita terlalu dibukkan oleh hiruk pikuk politik dan gosip artis yang tidak ada manfaatnya untuk kehidupan kita. Media lebih menyukai hal-hal tidak bermakna seperti dua hal di atas daripada hal-hal yang menyentuk kehidupan sehari-hari seperti masalah sampah, lingkungan atau pergaulan remaja.
Sayang sekali SuperFreakonomics tidak dibuat lanjutannya. Levitt dan Dubner lebih memilih mempublikasikan riset-riset mereka di situs www.freakonomics.com/blog daripada menyatukan riset-riset itu dalam bentuk buku. Baik Freakonomics maupun SuperFreakonomics merupakan buku yang segar untuk dibaca berulang kali. Bravo, Levitt & Dubner.

0 komentar: