Jumat, 05 Juli 2013

Richard Dawkins : The Magic of Reality

image by periplus.com
    Magic of Reality merupakan nonfiksi sederhana dan renyah  dari Richard Dawkins. Ia bercerita tentang sains dasar dalam buku terbarunya ini. Magic of Reality berkisah tentang sains dengan cara yang hampir sama dengan seri Einstein tulisan Robert L. Wolke. Bedanya, Dawkins menambahkan unsur mitologi dan asosiasi. Sehingga buku ini lebih menarik bagi anak-anak, tapi tetap bermanfaat bagi orang dewasa.
 Di awal buku, Dawkins mempertanyakan perbedaan sihir (Magic) dengan kenyataan (reality). Menurutnya ada 3 macam sihir, yaitu sihir supernatural (yang berkaitan dengan peri atau hantu), sulap atau stage magic (masuk akal karena trik-triknya logis), dan puitis atau poetic magic (bintang, pelangi, alien). Magic of Reality terutama mendeskripsikan logika dan sains di balik poetic magic.
     Seperti halnya Einstein series, Magic of Reality mempertanyakan beberapa hal tentang sihir dalam cerita rakyat atau mitologi. Dawkins membuka setiap bab dengan cerita tetang mitologi mengenai suatu peristiwa alam kemudian menjelaskan logika sains dari peristiwa tersebut.
     Misalnya dalam bab Gempa Bumi, ia pertama kali bercerita tentang pengalaman pribadinya dengan gempa bumi, lalu menyinggung soal gempa Jepang dan Selandia baru, disusul dengan mitologi tentang gempa di berbagai negara, baru masuk ke cerita litosfer, lempeng tektonik, dan patahan lempeng.
     Cara berceritanya sedemikian mulus dan mudah dipahami sehingga kita bisa memahami logikanya dengan cepat dan menertawakan diri sendiri karena sudah ditipu sejak kecil dengan percaya pada berbagai dongeng.
     Contohnya tindihan (di bab : Are we alone? Apakah kita sendiri?) atau bahasa ilmiahnya : sleep paralysis. Tindihan di Jawa biasanya diasosiasikan dengan makhluk halus yang mengganggu kita. Tidak heran kalau orang yang sedang tindihan sering merasa melihat genderuwo/kuntilanak/alien/malaikat,dkk. Padahal penjelasan tindihan sederhana: impuls dari otak bahwa “kita sudah bangun” belum sampai ke otot mata, tangan, dan kaki. Saya sendiri kadang tindihan, dan yang perlu saya lakukan hanya mencoba sekuat tenaga menggerakkan jari tangan, sesudah itu saya bangun seutuhnya.
     Ada banyak pengetahuan dan nilai yang bisa ditarik dari Magic of Reality. Yang paling utama : bersikap skeptis itu perlu. Jangan langsung percaya pada suatu kejadian yang tidak logis. Simpanlah selalu keraguan di otak kita. Nilai ini sangat berguna kalau kita tidak mau dibodohi.
     Magic of Reality bisa diperoleh di Toko Buku Periplus seharga 90ribu. Versi onlinenya (di Amazon.com dan Kobo)  seharga 189ribu, jadi saya sarankan beli di Periplus saja. 

0 komentar: