Jumat, 06 Februari 2015

Serial TV : The Libarians

Waktu saya kecil, pernah ada satu franchise film petualangan yang sangat membekas di benak, yaitu Indiana Jones. Sejak terakhir kali rilis di 2009, belum ada lagi studio film yang tergerak menggarap Indiana Jones. Meningkatknya tren adaptasi komik/novel ke film juga turut berkontribusi terhadap menurunnya minat terhadap Indiana Jones.
Untunglah stasiun televisi TNT dengan sigap merilis serial yang punya premis mirip dengan Indiana Jones, yaitu The Librarians. Librarians bercerita tentang sekelompok pustakawan dengan keahlian spesifik yang mengumpulkan benda-benda sihir dari seluruh dunia sambil berperang melawan Serpent Brotherhood yang ingin menguasai dunia lewat sihir. Bagi penggemar manga, premis ini sangat familiar karena sudah banyak sekali komik/manga yang dibuat berdasar premis “menyelamatkan dunia” ini.

Seperti halnya Indiana Jones, Librarians juga dipenuhi aksi pertarungan dan dialog sahut-menyahut ala arkeolog. Disini kita tidak akan menemukan dialog yang cerdas dan mengena ala The Newsroom atau Silicon Valley, tapi kita bisa menemukan berbagai pengetahuan menarik yang berhubungan dengan sejarah dan arkeologi.
Alur Librarians sangat cepat, terkadang melambat saat sang guardian sedang berdialog dengan ketiga pustakawan yang rapuh. Plot linearnya memudahkan penonton remaja ikut menikmati serial ini.

Di The Librarians, kita bisa sekali lagi menikmati aksi laga Rebecca Romijn, pemeran Mystique di XMen 1, XMen 2 dan X Men: The Last Stand. Disini, Romijn berperan sebagai sang guardian sekaligus agen anti-terorisme NATO. Jika sebagai Mystique ia lebih banyak beraksi laga dengan tangan kosong, maka disni ia lebih banyak beraksi dengan pistol, tali atau tongkat. Ia juga lebih banyak berperan sebagai ibu dan pengasuh dibanding saat di XMen. 
Saya sangat merekomendasikan The Librarians sebagai tontonan keluarga, karena menghibur dan dialognya tidak terlalu sulit dipahami. Serial ini mengajarkan kita akan nilai-nilai dasar manusia, yaitu konsekuensi, tanggung jawab dan perjuangan menjalani hidup.
 

0 komentar: