Kamis, 17 September 2015

Jurassic World (2015)

Datar, minim drama, banyak aksi. Itulah kesan saya pasca menonton Jurassic World. Film keempat dari franchis Jurassic Park ini cukup sukses dari segi promosi, dengan trailer dan poster film bertebaran berbulan-bulan sebelum penayangannya. Namun kesan yang muncul pasca menonton Jurassic World tidak sedalam Jurassic Park atau The Lost World.
Premis film ini masih sama : dinosaurus paling buas lepas dari kurungan, membantai sesama dinosaurus, dan mulai mengejar manusia. Perbedaannya: Velociraptor dan Tyrannosaurus Rex yang di 3 franchise awal menjadi antagonis, sekarang menjadi protagonis. Antagonis dalam seri ketiga kali ini adalah Indominus Rex, dinosaurus rekayasa genetika campuran raptor, T-Rex, kadal, ular, katak, dan hewan lainnya. Indomie bukanlah salah satu sponsor Jurassic World, jadi penamaan Indominus hanyalah kebetulan.

Tokoh utama Jurassic World, Owen dan Claire berupaya mencari kedua keponakan Claire yang tersesat di dalam taman Jurassic. Saat Indominus Rex lepas dari kurungan. Untuk mengalahkan spesies dinosaurus baru yang cerdas dan haus darah ini, mereka menggunakan kombinasi Velociraptor dan Tyrannosaurus Rex untuk memojokkan Indominus Rex, dan menyerahkannya pada Mosasaurus untuk memangsa Indominus yang malang (spoiler!!).

Pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton Jurassic World : kerjasama tim itu penting,dan jangan coba main-main dengan bahan genetika hewan purba. 

0 komentar: