Langsung ke konten utama

Sophismata by Alanda Kariza


Ingin memahami bagaimana politik bekerja? Penasaran dengan apa yang dilakukan seorang anggota DPR? Just read Sophismata. Melalui sudut pandang Sigi dan Timur, kita disuguhkan dengan realitas politik Jakarta. Disajikan dengan cara bertutur yang runut dan perpaduan dialog yang singkat dan sederhana, membaca Sophismata terasa begitu cepat. Hanya dibutuhkan waktu 3-4 jam untuk menamatkannya.
Cerita Sigi yang ingin mempertahankan idealismenya tapi terbentur dengan realitas dan peraturan terasa familiar dengan keseharian fresh graduate. Kemudian ada Timur, yang menerima realitas tapi tetap berusaha mengejar mimpi. Sigi seperti menggambarkan diri kita saat baru lulus kuliah, ngotot mengejar mimpi dan idealisme, lupa dengan realitas, dan terkadang terlalu baper. Timur adalah representasi pemuda yang sudah beberapa tahun meniti karir, sadar akan realitas, mencoba berkompromi dengan antara mimpi dan kenyataan.
Kariza mengajak pembacanya memahami cara kerja politikus, seperti bagaimana mengidentifikasi diri dengan sebuah isu strategis, bagaimana menjaring aspirasi masyarakat, bagaimana bertutur kata yang tepat atau sesuai dengan lawan bicaranya, bagaimana membangun partai atau memuluskan suatu isu. Walaupun disajikan tidak terlalu mendalam, cara bertuturnya membuat kita cepat mengerti.
Kekuarangan Sophismata adalah: konflik yang terbagung dengan baik seolah mencapai klimaks yang hambar. Penyelesaian yang ditawarkan terasa terlalu mudah.
Secara keseluruhan, Sophismata adalah cerita yang menarik dibaca, dan menambah kekayaan sudut pandang pembacanya. 4 to 5 stars

Komentar