Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label finance

Identity Economics

Identity Economics adalah salah satu buku yang kerap dirujuk para pakar behavioral economics seperti Steven D. Levitt (Freakonomics), Richard Thaler (Nudge), serta Dan Ariely (Predictably Irrational). Berkat kerja keras George Akerlof, ekonom dan politisi dapat menebak perilaku masyarakat dan mengarahkannya agar bermanfaat bagi negara atau bangsa secara keseluruhan. Buku yang terdiri atas 10 bab yang terbagi dalam 4 babak ini menyoroti pengaruh identitas manusia dalam membentuk norma (babak 1), bagaimana norma berlaku dalam sekolah dan tempat kerja (babak 2), bagaimana gender dan ras mempengaruhi jenis pekerjaan yang didapat dan kenapa ras tertentu lebih miskin (babak 3), serta bagaimana identitas dapat mempengaruhi ekonomi serta apa yang dapat dilakukan terhadap hal tersebut (babak 4).

Why Aren't They Shouting By Kevin Rodgers

      Masa lalu selalu aktual. Jika di Indonesia krisis di tahun 1998 terus menerus diteliti, dikaji, didiskusikan, dan dibahas, maka di Eropa dan Amerika krisis tahun 2008 lah yang mendapat perlakuan sama. Sudah puluhan buku dan penelitian dirilis untuk menunjukkan berbagai segi dari krisis tersebut, mulai dari penyebab terjadinya, kenapa dampaknya sangat luas dan menghancurkan, kebijakan pemerintah untuk menanganinya, efek sampingnya bagi industri keuangan dan masyarakat, serta masih banyak hal lainnya.       Buku ini tidak hendak membahas krisis 1998 maupun 2008. Kevin Rodgers sang penulis memfokuskan perhatiannya pada satu hal: bagaimana teknologi memberi ruang untuk terjadinya krisis yang semakin berdampak luas dari waktu ke waktu. Meminjam istilah Tim Harford dalam Messy: teknologi meniadakan kemampuan manusia mengatasi masalah-masalah sederhana, sehingga membuat nya tidak berdaya saat menghadapi masalah besar.

Revenue

image belongs to www.innroad.com       Secara kasar revenue bisa diartikan sebagai pendapatan perusahaan. Menurut istilah akuntansi, rvenue adalah uang yang diterima dari penjualan barang dan jasa. Revenue kadang disamakan dengan gross margin , yaitu total nilai penjualan dikurangi harga pokok penjualan.        Revenue ialah salah satu komponen penting dalam menilai kinerja suatu organisasi bisnis. Setinggi apapun penjualan kalau revenuenya tidak mencapai 10% dari penjualan bisa dianggap kegagalan. Semakin rendah revenue, semakin tampak kegagalan manajemen. Semakin tinggi revenue, semakin bagus kinerja manajemen.

Gencarnya Akuisisi Bank Lokal Oleh Investor Mancanegara

Dua tahun terakhir berita akuisisi bank lokal oleh investor mancanegara tidak masuk radar koran-koran arus utama, tapi selalu muncul di halaman depan koran-koran bisnis. Di antaranya akuisisi Bank Saudara dan Bank Ekonomi. Investor yang masuk berasal dari Korea, Timur Tengah dan Tiongkok. Alasan mereka mengakuisisi bank lokal adalah besarnya margin keuntungan bisnis perbankan di Indonesia. Net interest margin (selisih antara bunga tabungan dengan bunga kredit) bisa mencapai lebih dari 8%. Namun saya melihatnya dari sisi lain. Menurut saya, masuknya investor asing ke bank lokal bisa meningkatkan efisiensi industri perbankan di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa BOPO (biaya operasional per pendapatan operasional) industri perbankan di Indonesia bisa mencapai 80%. Biaya operasional yang sangat tinggi disumbang oleh banyaknya kantor cabang, belum terintegrasinya sistem transaksi internal bank, dan masih banyaknya penggunaan karyawan untuk menjalankan fungsi operasional bank...

4 Dimensi Investasi

Menurut John Bogle dalam Common Sense on Mutual Funds, ada 4 dimensi investasi yang perlu diperhatikan investor manapun, yaitu: risiko, return (imbal hasil), biaya, dan waktu. Risiko, return, dan biaya bisa dibayangkan sebagai sebuah kubus. Risiko adalah panjang, return adalah lebar, dan biaya adalah tinggi. Waktu adalah dimensi keempat yang menentukan besar kecilnya kubus tersebut. Semakin lama waktu investasi semakin besar nilai investasi yang  bisa didapat. Semakin lama waktunya, semakin besar kubusnya. Sebaliknya, semakin pendek waktunya, semakin kecil kubusnya.

Unexpected Pay-Off

Di tanggal 15 Juni 2015 kemarin Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden No. 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Inti Perpres tersebut adalah melarang menyimpan barang penting di gudang ketika terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, atau bila terjadi hambatan lalu lintas perdagangan barang. Pemerintah berhak menetapkan harga acuan barang penting, wajib menjamin pasokan, dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting. Barang penting yang dimaksud adalah hasil pertanian (beras, kedelai, cabaing, bawang merah), hasil industri (gula, minyak goreng, tepung terigu), hasil peternakan (daging sapi, ayam ras, telur ayam ras), hasil perikanan (ikan segar bandeng, kembung, tongkol, tuna,cakalang), dan lain-lain (benih padi, jagung, kedelai, pupuk, elpiji 3 kg, tripleks, semen, besi baja konstruksi, dan baja ringan). Sejumlah pertanyaan yang muncul adalah: bagaimana caranya? Apakah Perpres sebagai payung hu...

Adapt by Tim Harford

Honestly, I think Harford is the British version of Steven Levitt or Chris Anderson. Of course he has his own distinct unique trait, such as historical economics or game theory. He can retold them in some broader audiences using his own words, which is easier to understand than paperworks or journals nowadays. Recently, Tim Harford is a correspondent at Financial Times, a leading business newspapaer in Britain. Adapt, Harford, latest work, told us stories about organization and individuals inside organization to adapt in changing environment. It also present us insights about how some people adapting to rapid changes. Like his most famous book, The Undercover Economist, Adapt use easy-to-digest words, familiar example, and use some heroes as his protagonist. Audience can track these heroes after their stories told in Adapt.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Mari Berbelanja Di Toko Atau Pasar Lokal

image belongs to  hymunk.blogspot.com Satu hal yang bisa dipelajari dari membesarnya skala perusahaan ( economies of scale ) adalah adanya sejumlah hal yang perlu dikorbankan atau ditiadakan ( trade-off ) saat perusahaan beranjak dari usaha kecil/menengah ke perusahaan besar. Bagi perusahaan makanan dan restoran, hal itu adalah nutrisi dan kualitas makanan. Bagi industri ritel, pengorbanan berarti berkurangnya interaksi penjual atau pramuniaga dengan pembeli. Bagi perusahaan manufaktur, pengorbanan berupa otomatisasi rantai produksi yang berarti berkurangnya jumlah karyawan. Trade off tersebut perlu dilakukan atas nama efisiensi, pertumbuhan penjualan, dan pada akhirnya: keuntungan (laba). image belongs to  goodmorningjakarta.wordpress.com Dalam perjalanan mencari laba, terkadang perusahaan menggilas lawan-lawan yang jauh lebih kecil. Alfmart melindas pedagang kelontong kecil-kecilan. KFC menggilas warung ayam goreng. Starbucks warung kopi. Direksi perusahaan terkad...

Industri Makanan Olahan

image belongs to rebeccaalowe.blogspot.com Ada sejumlah buku tentang industri makanan olahan yang sudah, sedang dan akan saya baca. Buku yang sudah dibaca baru 2, yaitu Salt Sugar Fat dan Pandora’s Lunchbox. Buku yang sedang direncanakan untuk dibaca ada 2 [juga], yaitu Fast Food Nation dari Eric Schlosser dan Mindless Eating dari Brian Wansink. Sebetulnya ada sejumlah buku lain di perpustakaan yang juga menyoroti industri makanan, tapi sejauh ini hanya 4 buku tersebut yang menarik perhatian saya dan bersedia dibeli. Salt Sugar Fat, Pandora’s Lunchbox dan Fast Food Nation kesemuanya tersedia di Google Play. Jika teman-teman seorang mahasiswa UGM, buku-buku tersebut juga tersedia di Perpustakaan Pusat UGM. Apa yang ditawarkan keempat buku tersebut? Investigasi menyeluruh terhadap industri makanan olahan! Apa yang membuat mereka menambahkan semakin banyak gula, garam, lemak, vitamin dan mineral buatan? Kenapa mereka melakukannya? Bagaimana mereka menambahkan bahan-bahan tersebut...

The Men Who Built America

Sewaktu sedang iseng-iseng browsing di Youtube, saya temukan rangkaian video yang sangat inspiratif, informatif, sekaligus menghibur, berjudul The Entrepreneur Who Built America. Video berdurasi hampir 2 jam ini ternyata adalah gabungan dari beberapa episode The Men Who Built America, salah satu program unggulan di saluran televisi History Channel yang ditayangkan 2012 lalu. Karena penasaran, saya pun memutuskan meminjam DVD nya dan menonton di kos.

Scribd vs SlideShare vs Academia.edu

Manusia dimanapun membutuhkan masukan orang lain untuk belajar. Apalagi di abad 21 ini. Presentasi yang merupakan salah satu cara untuk membujuk orang lain agar setuju dengan pendapat kita pun perlu dipelajari tips dan triknya. Dan tidak semua orang bisa melakukan presentasi dengan menarik atau membuat materi presentasi, entah di Power Point atau di Prezi, dengan baik.  Untuk itulah dibutuhkan situs berbagi berkas presentasi dan cara mempresentasi seperti TED (Technology, Entertainment, Design) dan SlideShare. Dari situs-situs seperti tiulah kita bisa belajar bagaimana melakukan presentasi dengan baik. Dari situs semcam Academia.edu, Scribd dan Slideshare, kita mendapat pilihan materi presentasi paling sesuai, desain terbaik atau informasi layout seperti apa yang paling efektif menarik perhatian.

Daftar Saham LQ 45 Februari-Juli 2015

Daftar Saham yang masuk LQ 45 Februari-Juli 2015 No. Nama Emiten LQ45 Kode Status 1 PT Astra Agro Lestari Tbk AALI Tetap 2 PT Adhi Karya (Persero) Tbk ADHI Tetap 3 PT Adaro Energy Tbk ADRO Tetap 4 PT AKR Corporindo AKRA Tetap 5 PT Aneka Tambang Tbk ANTM Tetap 6 PT Astra International Tbk ASII Tetap 7 PT Alam Sutera Realty Tbk ASRI Tetap 8 PT Bank Central Asia Tbk BBCA Tetap 9 PT Bank Negara Indonesia Tbk BBNI Tetap 10 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk BBRI Tetap 11 PT Bank Tabungan Negara Tbk BBTN Tetap 12 PT Bank Mandiri Tbk BMRI Tetap 13 PT Global Mediacom Tbk BMTR Tetap 14 PT Bumi Serpong Damai Tbk BSDE Tetap 15 PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk CPIN Tetap 16 PT Ciputra Development Tbk CTRA Tetap 17 PT XL Axiata EXCL Tetap 18 PT Gudang Garam Tbk GGRM Tetap 19 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ICBP Tetap 20 PT Vale Indonesia Tbk INCO Tetap 21 PT Indofood Sukses Makmur Tbk INDF Tetap 22 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk INTP Tetap 23 PT Indo Tambangraya Megah ...

Perdagangan Surat Hutang (Obligasi)

Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang (jangka waktu 3-5 tahun) yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Obligasi ( bonds ) dapat diperdagangkan dengan 2 cara, yaitu lewat Bursa Efek Indonesia (BEI) dan melalui perantara pihak perbankan ( over the counter ).

Istilah Kuliah : Goal Congruence

Fyuhh, kuliah sudah masuk semester 2. Mata kuliah yang dijalani lebih sedikit dibanding semester lalu, dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Semester ini lebih berat bagi otak saya yang sudah terspesialisasi. Ada beberapa mata kuliah yang tidak masuk ke dalam otak karena tidak paham konsepnya. Ada beberapa yang bisa dipahami dengan mudah karena sudah biasa praktek.

Istilah Kuliah : Share Swap (Tukar Saham)

Beberapa minggu yang lalu bursa saham dihebohkan oleh kegiatan share swap yang dilakukan Telkom (melalui anak perusahaannya, Mitratel) dengan Tower Bersama Infrastructure (TBIG). TLKM akan menukar 49% kepemilikannya di Mitratel dengan kepemilikan 5.9% atas TBIG. Detailnya: TLKM (pasca transaksi) punya 5.9% hak kepemilikan atas TBIG, sedangkan TBIG punya 49% kepemilikan di Mitratel. TLKM menyerahkan kepemilikan atas 49% saham Mitratel dengan kepemilikan atas 5.9% saham TBIG.

Foreign Net

Di dunia pasar modal, terkadang sejumlah analis atau pengamat membuat rekomendasi beli atau jual saham berdasarkan foreign net. Misalnya: jual saham ASII (Astra International) karena sudah 3 hari berturut-turut mengalami foreign net sell. Beli saham PGAS (PGN: Perusahaan Gas Negara) karena sudah 8 hari foreign net buy.

Tanah Dan Rumah : Investasi Terfavorit Di Indonesia

image courtesy of Freshome.com Kalau bicara tentang investasi, rumah dan tanah adalah hal pertama yang terlintas di benak sebagian besar masyarakat Indonesia, mungkin karena mereka belum familiar dengan investasi di pasar modal atau karena emas hanya dianggap sebagai investasi perantara dengan tanah.

Sengketa Investasi : Saran Berbuntut Rugi

image courtesy of www.vandtlaw.com Beberapa hari yang lalu muncul berita mengejutkan dari dunia perencana keuangan. Presenter Ferdi Hasan melaporkan QM Financial dan Ligwina Hananto atas tuduhanpenyalahgunaan dana investasi . Ferdi yang biasanya hanya berinvestasi di instrumen aman diminta untuk pindah ke investasi abal-abal macam Golden Trader Syariah (perdagangan emas syariah bersertifikat MUI yang tidak jelas sumber pendapatannya) dan Trimas. Keduanya ambruk dalam beberapa bulan saja. Ferdi mengaku menderita kerugian 12 miliar lebih.

Kenapa Pemerintah Tidak Seharusnya Tunduk pada Tekanan Investor

  Di negara-negara maju, terutama negara yang menganut sistem parlementer di Eropa sana, tiap kali bursa saham turun lebih dari 10% dalam sebulan (seperti yang terjadi di medio 2009-2012) kepercayaan rakyat (yang disurvei) terhadap pemerintah turun drastis dan Perdana Menteri yang berkuasa dipaksa membuat peraturan yang ramah investor atau mengganti menteri strategis. Menurut saya perubahan ini sebetulnya tidak perlu-perlu amat, kecuali bila negara tersebut punya hutang besar ke lembaga donor tertentu seperti IMF, World Bank, atau negara-negara kaya. Kenapa?

Bisakah Menilai Harga Wajar sebuah Reksadana?

Suatu efek berisiko seperti saham dan mata uang bisa diperkirakan nilai wajarnya dengan melihat kondisi perusahaan emiten atau negara asal mata uang. Muncul pertanyaan, bisakah suatu reksadana (yang merupakan alat investasi kurang berisiko) diperkirakan nilai wajarnya?