Pada hari Rabu, 6 januari 2016, harian cetak Kompas memuat sebuah berita menarik. Berita yang menyebutkan sambutan hangat rakyat Suriah terhadap kedatangan tentara rusia tersebut membuka sisi lain sebuah perang. Suriah yang diporak-porandakan perang saudara, dihancur leburkan ISIS, menyambut baik kedatangan pasukan Rusia. Rusia dipandang membantuk stabilitas dan menggerakkan perekonomian Suriah yang berbulan-bulan sekarat. Tentara Rusia tidak hanya menghalau ISIS dan Front Al Nusra, mereka membawa uang dan kemampuan belanja ( purchasing power ) yang sangat dibutuhkan menggerakkan roda bisnis Suriah. Sejak batalyon dan skuadron tentara Rusia datang, rakyat Suriah kembali bergairah memproduksi barang dan jasa, serta berdagang. Mereka kembali memproduksi makanan, minuman, hiburan, jasa, dan sandang untuk dijual kepada tentara Rusia. Setelah berbulan-bulan hidup dalam keputus asaan akan perang tiada akhir, rakyat Suriah kembali memiliki tujuan hidup.