Minggu, 17 Desember 2017

Garnier Micellar Cleaning Water

      Already use it for 2months, and really really satisfied. It cleanse even the most stubborn waterproof make up. It doesn't stink. Its not oily. And its definitely cheap. You can get only for 28k at the closest minimarkets.
      Its only downside is its not easily transferred to smaller bottle, so I need to use pipet. If only Garnier willing to make a 30ml or mini sachet with tube like openings, I'll happily purchase it.
      Haven't tried others, but I assume they're quite the same in quality. Maybe will change it to other brand's Micellar water in 4-5mos, but so far delighted with it in, and will still use it until I emptied my bottles.
      Hurrah for Garnier and it high quality but low key product.


Midnight Diner

      Midnight Diner adalah sebuah warung yang hanya buka dari tengah malam hingga jam 7 pagi. Warung ini dikelola oleh Master (tida disebutkan spesifik namanya). Durasi tiap episode Midnight Diner pendek, hanya 30menit tiap episode. Cerita dalam tiap episode nya adalah cerita pendek tentang seseorang yang dikaitkan dengan makanan yg dipesannya di Midnigt Diner
      Contohnya di episode Ham Cutlet. Seorang pengacara tua yg hampir pensiun, menemukan adik tirinya yg sudah puluhan tahun berpisah, dan berusaha membantu si adik memecahkan masalahnya. Di akhir episode, kakek pengacara tsb tetap menutup kantornya, tapi ia tetap menawarkan jasanya secara lepas (freelance).
     Serial ini ringan, mudah dipahami, dan relatable. Kita pasti pernah berada dalam beberapa situasi seperti yg tergambar dalam cerita Midnight Diner. Misalnya berhadapan kembali dengan masa lalu, refleksi masa lalu, bertengkar dengan orang tua, kehilangan orang penting bagi kita, atau menghadapi penolakan.
     Serial ini enak dinikmati malam hari, seusai pulang dari pekerjaan yg berat. Menghibur diri dari kerasnya hidup dan melarikan diri sejenak dari tekanan hidup.


Rabu, 04 Januari 2017

Star Trek Beyond

        Aksi laga, pencarian makna hidup, dan arti keluarga adalah tema utama yang diangkat dari Star Trek Beyond. Dari segi jalan cerita dan greget, Beyond kalah jauh dibandingkan Star Trek: Into Darkness. Krall terlihat sangat inferior jika dibandingkan dengan Khan. Singkat kata: Beyond tidak meninggalkan kesan mendalam seperti Into Darkness. Tidak ada dialog mendalam. Tidak ada akting mengesankan dari pemeran protagonis maupun antagonis. Tidak ada duel tangan kosong yang memukau.

Rabu, 06 April 2016

Bride Wannabe by Christina Juzwar

Novel-novel chicklit yang dilabeli ulang dengan nama wedding lit sepertinya mulai merambah rak-rak buku Togamas dan Gramedia. Setelah My Wedding Dress dan Pre-Wedding Chaos (yang tidak terlalu istimewa tapi sangat ringan dibaca), saya tertarik membaca Bride Wannabe. Novel satu ini mengangkat tema online dating.
Sascha sudah 8 tahun pacaran dengan Ben, tapi tidak kunjung dilamar. Mereka putus setelah Ben memukul Sascha sampai babak belur. Atas saran sahabatnya, Sascha mencoba mencari pacar lewat internet (online dating). Ia berjumpa Oliver di salah satu situs perjodohan online. Setelah melalui sejumlah drama dan air mata, mereka pun memutuskan menikah di Inggris.

Supernova: Gelombang by Dewi Lestari

Serial Supernova pertama yang saya baca sampai habis adalah Partikel. Its so damn good that I reread it multiple times. The storyline, the dialogue, even the cliffhangers only second to ES Ito’s novels. Selanjutnya, saya membaca Ksatria, Putri,dan Bintang Jatuh. Walau dialog dan plot twist nya menarik, tapi tidak sebagus Partikel. Supernova terbaru, Gelombang, pun baru terbaca setelah perpustakaan lokal menyediakannya. Saya tidak  membeli satu pun serial Supernova karena perpustakaan daerah menyediakannya, dan sering tidak terbaca.
Jika Partikel menyajikan realita pahit, Ksatria, Putri,dan Bintang Jatuh mengangkat imajinasi dua manusia, maka Gelombang mengangkat tema mimpi. Tokoh utama, Alfa Sagala, terlalu sempurna sehingga hanya bisa ditemui di dunia mimpi. Ia punya segalanya: tampan, tinggi, kaya, baik. Tall, dark, handsome, rich. Tapi ia selalu mencari cara agar tidak tertidur, agar tidak perlu masuk ke dunia mimpi. Pencarian Alfa akan makna mimpinya menjadi benang merah cerita setebal 562 halaman ini.

Menghirup Dunia by Fabiola Lawalata cs

Cerita perjalanan travel blogger semakin banyak yang dibukukan. Setelah Naked dari Trinity dan Garis Batas dari Agustinus Wibowo laris manis di pasaran, semakin banyak cerita perjalanan yang diterbitkan dalam bentuk buku. Salah satunya, Menghirup Dunia dari Fabiola Lawalata cs.

Dibandingkan dengan Naked Traveler, atau The Ho[s]tel, Menghirup Dunia jelas kalah jauh. Gaya penulisannya terlalu datar, emosi penulis seolah terpendam, dan pandangan blogger akan masyarakat di tempat tujuan wisata terlalu dangkal. Menghirup Dunia lebih terasa sebagai jurnal perjalanan, dengan segala petunjuk transportasi dan penginapannya. Foto-foto yang disajikan kurang menarik, buram, dan tidak tajam. Menghirup Dunia terasa ingin menjejalkan banyak cerita dalam satu buku. Spasi antar baris yang hanya satu poin membuat saya kesulitan menikmati buku ini.