Selasa, 19 Mei 2015

Mitos dan Fakta kesehatan 2 by Erikar Lebang

Salah satu buku tentang pola makan yang ditulis dalam bahasa populer mulai laris di kanca penerbitan Indonesia. Kelompok Kompas Gramedia mungkin pernah gagal menjual majalah Prevention, tapi mereka berhasil menemukan sejumlah pelaku dan ahli kesehatan yang piawai menulis dan mempraktekkan gaya hidup sehat. Salah satunya Erikar Lebang.
Suami penyanyi Nina Tamam ini dikenal sebagai praktisi yoga dan gizi bersertifikat. Sejak acap menulis di Prevention dan sejumlah media cetak lain, ia mampu menarik sejumlah pengikut yang lumayan banyak yang bersedia meluangkan waktu untuk membaca tulisan-tulisannya. Followers akun Twitternya memang belum terlalu banyak, terakhir dilihat berjumlah sekitar 49 966 pengikut. Tapi pengikut yang tidak sampai 50 ribu tersebut hampir semuanya loyal dan bersedia membeli buku-buku yang ditulisnya, seperti Food Combining itu Gampang (diterbitkan Mizan), serta Mitos dan Fakta Kesehatan (diterbitkan Kompas). Di salah satu cabang Gramedia di Solo, buku Food Combining di bulan Ramadhan bahkan termasuk salah satu best seller.

Theodore Boone: The Activist by John Grisham

Setelah sempat dikira tamat dan tidak akan terbit lagi, akhirnya John Grisham merilis lagi serial pengacara ciliknya untuk pasar anak-anak dan remaja. Serial Theodore Boone memang tidak seterkenal Sycamore Row atau Ford County. Goodreads bahkan tidak merekonmendasikan serial ini, walau saya jelas-jelas memasukkan Kid Lawyer, The Fugitive dan The Accused ke Read list.
Di buku keempatnya, Grisham sekali lagi menggambarkan dunia hukum dari kacamata remaja dengan latar belakang pengacara yang kuat. Kedua orang tua dan pamannya pengacara. Theo Boone bisa melihat di masa depan pun ia akan menjadi pengacara. Ia mengikuti sejumlah kegiatan untuk menunjang karir impiannya tersebut, misalnya ikut klub debat dan menerima konsultasi gratis masalah hukum. Namun seperti halnya remaja Amerika normal, ia juga ikut pramuka, klub musik, dan menggemari internet. Dalam The Activist, rutinitas keseharian Theo tergambar jelas. Dengan latar belakang kota kecil di Midwest Amerika dan setting waktu abad ke-21, Theo melalui hari-hari yang kerap bersinggungan dengan masalah hukum ditemani anjing setianya, Judge.

Mindless Eating by Brian Wansink, Ph.D

Badan terlalu kurus, ingin digemukkan? Bisa. Terlalu gemuk, ingin dikuruskan? Juga bisa. Sudah ribuan buku tentang diet yang ditulis. Kebanyakan menawarkan metode yang diklaim baru dan revolusioner. Namun sedikit yang menulis pengaruh kebiasaan dan pola makan terhadap berat badan. The Power of Habit (Charles Duhigg) dan Mindless Eating melihat diet dari sudut pandang psikologi manusia. Jika Duhigg melihat diet sebagai akibat kebiasaan makan yang salah, maka Wansink melihat diet sebagai suatu kebiasaan yang dapat dibentuk dan dimanipulasi. Jika Duhigg bercerita dengan gaya jurnalistik, Wansink berkisah dengan gaya semi akademis.
Dalam Mindless Eating, Wansink menceritakan sejumlah pengalaman, dialog dan riset yang dilakukannya terkait kebiasaan makan manusia. Pertama ia akan menjelaskan satu atau dua dugaan atau hipotesis, lalu ia melakukan sejumlah riset dengan responden dan kondisi yang berbeda untuk membuktikan hipotesis tersebut. Misalnya: ia menduga bahwa ukuran piring mempengaruhi jumlah makanan yang disantap. Ia bersama sejumlah mahasiswa melakukan percobaan dengan responden pengunjung restoran. Cara pengukurannya pun sederhana. Peneliti cukup menghitung volume sup atau berat ayam goreng yang tersisa pada akhir sesi.

BBC State of Play by Paul Abbott

Di tahun 2010, ada sebuah film drama psychology-thriller yang mencuri perhatian penikmat film. Jalan cerita dan endingnya sulit ditebak, tapi dialog dan latar belakang suasananya menggigit. Film tersebut punya premis: the one you’re ready to be taken a bullet for, sometimes is the one behind the gun. Walau didukung oleh sederet bintang papan atas seperti Helen Mirren, Russel Crowe dan Ben Affleck, film ts terasa membosankan. Setting suasananya terasa ketinggalan jauh dibanding dialognya. Suasana mencekam semakin luntur di akhir cerita. Film tersebut berjudul State of Play.

Kamis, 30 April 2015

Adapt by Tim Harford

Honestly, I think Harford is the British version of Steven Levitt or Chris Anderson. Of course he has his own distinct unique trait, such as historical economics or game theory. He can retold them in some broader audiences using his own words, which is easier to understand than paperworks or journals nowadays. Recently, Tim Harford is a correspondent at Financial Times, a leading business newspapaer in Britain.
Adapt, Harford, latest work, told us stories about organization and individuals inside organization to adapt in changing environment. It also present us insights about how some people adapting to rapid changes. Like his most famous book, The Undercover Economist, Adapt use easy-to-digest words, familiar example, and use some heroes as his protagonist. Audience can track these heroes after their stories told in Adapt.

The Weather Makers by Tim Flannery

Jika ingin membaca cerita kumpulan riset menyeluruh dan mendetail tentang dampak perubahan iklim (climate change/global warming) terhadap biodiversitas (keragaman spesies) dan kehidupan di Bumi, maka The Weather Makers adalah sumber yang tepat. Dalam buku yang terbit tahun 2006 ini, Flannery menjelaskan akibat perubahan iklim terhadap hilangnya spesies-spesies dan menyusutnya keragaman (variasi) makhluk hidup di berbagai lokasi di Bumi. Ia melengkapi narasinya dengan riset dan gambar-gambar model komputer yang menunjukkan betapa mengerikannya bumi kita bila perubahan iklim dibiarkan terus menerus.
Di sisi lain, ia sangat sedikit menjelaskan penyebab perubahan iklim atau pemanasan global tersebut. Dari 359 halaman, hanya 50 halaman yang didedikasikan kepada penyebab climate change. Ia langsung melompat dan menyalahkan industri kendaraan, pembangkit listrik tenaga fosil, dan pertanian sebagai penyebab perubahan iklim. Tidak heran, karena antagonis dalam Weather Makers adalah CO2 (yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dan pembangkit listrik uap bertenaga batubara), dan metana (dihasilkan oleh pertanian, peternakan, dan uap air yang berasal dari manusia dan permukaan laut).