Rabu, 13 Maret 2013

Think IMC! by Estaswara

  Buku yang membosankan, terlalu banyak memuja-muji kehebatan IMC. Isinya lebih banyak penelitian, riset dan artikel yg membuktikan kehebatan IMC, tapi tidak dijelaskan apa itu IMC dan implementasinya di lapangan. Lebih cocok diterbitkan dalam jurnal penelitian daripada buku populer.

   Beberapa bab isinya malah hanya berupa saduran atau ringkasan dari buku2 marketing lain. Sepertinya penulis tidak bisa menemukan kata2 yg tepat untuk mengisi bukunya ini. Sangat banyak ditemui saduran "menurut Hermawan Kertajaya, riset majalah Marketing," dll. Padahal dari profilnya penulis bukan staf penulis MarkPlus.
    Think IMC! terlalu menekankan pada kehebatan IMC. Penulis tidak menjelaskan bagaimana menerapkan IMC di lapangaan, bagaimana meningkatkan pemasaran/sales/profit melalui penerapannya, bagaimana membuat sales mencapai target penjualan melalui IMC, atau bagaimana IMC bisa berguna bagi suatu perusahaan. Mungkin karena penulis buku ini sehari-hari tidak pernah merasakan jadi sales,ia tidak bisa menerapkan IMC yang dipujinya setinggi langit itu ke dunia nyata. Atau karena buku ini ditulis berdasar thesis penulis, jadinya malah cuma copy paste dari thesis ke buku. Tidak dipikirkan bahwa buku yang dikonsumsi pasar yang lebih luas memerlukan bahasa penulisan yg lebih populer dan mudah dipahami. 

    Desain sampulnya cukup menarik dan sederhana, mengingatkan akan buku Setengah Isi, Setengah Kosong Parlindungan Marpaung. Bedanya, Parlindungan memaparkan cerita untuk memotivasi pembacanya menjalani hidup. Estaswara mengajak pembaca memuji kehebatan IMC tanpa menjelaskan makna manfaatnya. 
    Buku ini tidak saya rekomendasikan kalau ingin menerapkan komunikasi pemasaran di dunia nyata. Tapi kalau ingin belajar bagaimana menulis thesis di dunia komunikasi pemasaran, buku ini layak dibeli. Bisa didapat di bazar diskon gramedia (di solo tiap 3bulan, di jogja sudirman tiap hari) seharga 10 ribu saja

2 komentar: