Senin, 05 Januari 2015

Perdagangan Surat Hutang (Obligasi)

Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang (jangka waktu 3-5 tahun) yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Obligasi (bonds) dapat diperdagangkan dengan 2 cara, yaitu lewat Bursa Efek Indonesia (BEI) dan melalui perantara pihak perbankan (over the counter).

Hingga November 2014, transaksi obligasi di BEI volumenya kecil, ±600 miliar per hari. Kalah jauh dibandingkan transaksi saham yang mencapai Rp 5-10 Triliun per hari. Obligasi lebih banyak diperdagangkan secara OTC (over the counter). Misalnya obligasi negara fixed rate mayoritas diperdagangkan sesama bank, obligasi corporate diperdagangkan antar dana pensiun, asuransi atau manajer investasi, atau obligasi ritel yang ditransaksikan nasabah perorangan.
Mayoritas transaksi obligasi pun masih dilakukan secara manual lewat perantara pihak perbanka, yaitu negosiasi lewat telepon dengan pemegang obligasi, bukan transaksi digital real time seperti pada saham atau ETF. Padahal bursa sudah punya metode transaksi obligasi yang mumpuni, yaitu FITS (Fixed Income Trading System).
Fixed Income Trading System (FITS) adalah sarana perdagangan obligasi dan sukuk yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia. Obligasi dan Sukuk yang dapat ditransaksikan melalui sistem FITS ini adalah Obligasi dan Sukuk yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Mekanisme perdagangan Obligasi Dan Sukuk melalui sistem FITS merupakan transaksi yang terintegrasi antara sistem perdagangan, kliring dan penyelesaian.
Kegiatan perdagangan Obligasi dan Sukuk melalui sistem FITS ini didukung oleh peraturan perdagangan yang dibuat oleh BEI dengan persetujuan Bapepam&LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan), salah satu yang diatur adalah Satuan Perdagangan (Lot Size), dimana 1 Lot sama dengan nilai lima juta rupiah (1 Lot = 5 Juta). Hal ini dilakukan dalam rangka pemerataan investor, agar investor individu dapat memiliki Obligasi ataupun Sukuk yang diterbitkan baik oleh Perusahaan Swasta Nasional maupun oleh Negara.
Sistem FITS menggunakan metode remote acsess dari masing-masing kantor Anggota Bursa (AB), sehingga AB tersebut dapat memberikan pelayanan order (Jual ataupun Beli) kepada para Nasabahnya secara efektif dan efisien. FITS berfungsi memastikan terjadinya transaksi pada harga pasar atau harga terbaik. Di FITS, investor memasang harga beli atau jual yang diinginkannya. Karena pasar obligasi di bursa kurang likuid, belum tentu pada hari yang sama investor bisa membeli atau menjualnya.
Keuntungan adanya sistem FITS bagi investor adalah keamanan dan kecepatan transaksi. Jaman dahulu saat sistem perdagangan masih menggunakan dokumen fisik, investor harus sering-sering bernegosiasi dengan penjual obligasi. Perpindahan surat kepemilikan pun dilakukan dengan sangat hati-hati, takut diambil pencuri saat dipindahkan.


0 komentar: