Senin, 05 Januari 2015

Percy Jackson And The Heroes Of Olympus.

Dengan terbitnya Blood of Olympus, berakhir sudah serial fiksi remaja Percy Jackson and The Heroes of Olympus. Rick Riordan memutuskan beralih ke mitologi Norse (Skandinavia) dengan tokoh utama Magnus Chase, setelah sebelumnya (sedikit) gagal dengan memperkenalkan mitologi Mesir melalui Kane Chronicles, mitologi Yunani melalui Percy Jackson and The Olympians, dan mitologi Romawi lewat Percy Jackson and The Heroes of Olympus.

Garis besar alur cerita The Heroes of Olympus sebagai berikut: ketujud demigod harus berjuang mencegah kebangkitan Gaea sang ibu bumi (bukan Ultraman Gaia). Mereka adalah Percy, Annabeth, Jason, Piper, Hazel, Frank & Leo. Walau sudah melakukan perjalanan hingga Yunani, Gaea justru bangkit di Perkemahan Blasteran (berkat darah dari Percy & Annabeth). Zeus pun mengirim mereka ke Perkemahan dimana (SPOILER!!!) Jason, Leo dan Piper berhasil mengalahkan Gaea.
Daya tarik utama The Heroes of Olympus masih dialog kocak yang dilontarkan Percy atau Leo, misi ala permainan RPG, pengetahuan padat tapi sederhana tentang tokoh-tokoh mitologi dari Annabeth/Piper, alur yang sulit ditebak, sub-plot yang menarik dan rangkaian kata yang mudah dipahami. Ramuan keenam hal inilah yang membuat karya-karya Riordan begitu digandrungi anak-anak di seluruh dunia. Tidak hanya anak-anak, pembaca dewasa seperti saya pun terkagum-kagum dengan kisah-kisahnya.
Jika Percy Jackson and The Olympians murni berkisah tentang kehidupan dan perkembangan karakter Perseus “Percy” Jackson, maka Percy Jackson and The Heroes of Olympus lebih mirip kumpulan kisah-kisah 7 orang demigod (para Pahlawan Olympus). Percy masih mendapatkan porsi besar, ±40%, namun pengembangan karakternya tidak semaju dan semulus dirinya di serial The Olympians. Ia lebih banyak berperan sebagai penjaga dan ujung tombak pertempuran rutin karena punya kemampuan tempur paling tinggi. Perannya sebagai pencair suasana dibagi dengan Leo, yang punya selera humor mirip. Bahkan di beberapa kesempatan ia justru menakuit teman-temannya karena tidak mampu mengendalikan kekuatannya (pipa air meledak, badai datang sendiri, uap racun mencekik musuh).
Awal dan akhir cerita The Heroes of Olympus dibuka dan diakhiri oleh Leo, Jason & Piper, walaupun judulnya adalah Percy Jackson and The Heroes of Olympus. Mereka membuka cerita di Lost Hero, mereka pun menutup kisah ini di Blood Of Olympus. Walau agak mengecewakan pembaca, tapi keputusan pengarang memberi ruang lebih untuk 3 tokoh lain bisa dipahami.

Riordan mungkin agak bosan juga dengan Percy. Bagaimanapun, Percy sudah mendominasi dan jadi tokoh utama di 5 buku serial The Olympians, Demigod Files, Demigod Diaries, Greek Gods, Greek Heroes (terbit Agustus 2015) dan 3 buku di serial The Heroes of Olympus (Son of Neptune, Mark of Athena, House of Hades). Riordan butuh karakter baru untuk mengembangkan kemahirannya dalam dunia tulis menulis. Serial Kane Chronicles bisa dibilang kurang berhasil (dilihat dari komentar di Goodreads, frekuensi peminjaman di perpustakaan dan volume penjualan di Amazon). Kali ini, ia berkesempatan mencoba peruntungannya dengan tokoh baru dan mitologi baru. Kalaupun serial mitologi Norse kelak kurang berhasil, ia selalu bisa kembali ke Percy Jackson. 

0 komentar: