Rabu, 07 Januari 2015

Think Like A Freak by Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner

Duo ekonom kriminolog dan wartawan ini datang kembali dengan buku ketiga mereka, Think Like A Freak. Jika di Freakonomics dan Super Freakonomics mereka lebih banyak membongkar dan meneliti misi tersembunyi di sejumlah hal, maka di buku ketiga ini mereka mengajak pembaca-pembaca setianya berpikir seperti mereka.
Think Like A Freak sebenarnya mengajak kita berpikir lebih kritis, tidak mudah percaya akan sesuatu, multi dimensi, tidak memandang sesuatu dari satu sudut pandang saja, tapi dari sudut pandang orang lain, dan dari sudut pandang anak-anak. Kenapa anak-anak? Karena anak-anak punya rasa keingintahuan tinggi, tidak terkungkung oleh pandangan masyarakat dan praduga diri sendiri.

Buku ini tidak hanya mengajak kita berfikir dari sudut pandang lain. Seperti kedua buku pendahulunya, Think Like A Freak juga dilengkapi riset-riset investigasi kriminologi, terutama perilaku kriminal, spesialisasi ekonom Steven Levitt. Dan cara keduanya bercerita sanggup membuat pembaca manapun bersedia menekuni buku ini sampai lupa waktu.
Dibandingkan dengan buku karya ekonom lain, misalnya Alex Epstein, Nassim Nicholas Taleb, Tim Harford, atau Simon Kuper, serial Freak karya duo Levitt dan Dubner ini unggul dalam hal fokus perilaku ekonomi manusia yang berhubungan dengan kejahatan. Pemilihan kata dan rangkaian cerita pun sangat baik sehingga mudah dipahami dan mengundang gelak tawa. Karya Taleb terlalu filosofis, Harford (walau sama-sama berfokus pada insentif) temanya terlalu luas, Kuper fokus pada ekonomi sepabola dan Epstein fokus pada ekonomi energi. Karya-karya mereka tidak saling menggantikan, justru saling melengkapi. Dengan membaca karya-karya mereka, kita bisa tahu sejumlah tema secara lebih mendalam, tidak hanya di permukaan seperti saat kita membaca koran atau majalah.
Think Like A Freak dapat diperoleh di Google Play dengan harga hanya 86ribu. Kita bisa membelinya lewat pulsa (kalau memakai kartu Indosat), kartu debit atau kartu kredit. Mengingat kedua buku pendahulunya sudah diterjemahkan oleh Gramedia, kolektor dan pembaca setia bisa menunggu beberapa bulan untuk mendapatkan versi terjemahannya.


0 komentar: