Kamis, 29 April 2010

Jilbab

   Kenapa aku memakai jilbab? Yah, cerita kembali ke masa 5 tahun yang lalu. Bulan puasa pertama di Yogyakarta ketika aku mulai menapaki dunia perkuliahan. Saat itu bulan Ramadhan, dan ada kegiatan berkumpul dan mengaji yang disebut liqa' bagi tiap mahasiswa baru. Dan semua mahasiswi muslim diwajibkan mengenakan jilbab dan baju lengan panjang yang menutupi aurat. Ketika itu aku agak malas mengenakan jilbab karena repot dan panas. Tapi karena saat itu bulan Ramadhan dan semua temanku memaksa, jadilah aku memakai benda satu itu.

   Sesudah liqa', aku jadi berpikir-pikir. Sayang sekali kalau melepaskan jilbab yang sudah dipakai seharian ini. Maka pergilah aku ke Griya Muslimah dan membeli 2 bergo (jilbab kasual yang bisa langsung dipakai tanpa peniti). Dan sejak hari itu aku memutuskan menjadi muslimah berjilbab. Memang tidak bisa seperti teman lainnya yang sudah mengenakan rok panjang dan gamis, tapi lumayan buat permulaan.
   Lama-lama aku merasa nyaman dengan jilbab ini. Selain praktis karena tidak harus menyisir rambut dan berdandan, aku juga bisa bereksperimen dengan bermacam-macam gaya. Favoritku tentu saja bergo yang praktis bin gampang. Jilbab segiempat kadang kupakai ketika sedang ada acara resmi atau kepengen tampil layaknya akhwat sejati. Perlu diketahui bahwa aku belum menjadi akhwat karena masih suka bergaya tomboy dengan kaus atau celana jins. Dan aku sama sekali tidak pernah memakai rok panjang ataupun gamis. Bisa kesrimpet ntar kakiku.
   Alasanku memakai jilbab semata-mata demi kenyamanan saja. Aku suka terlihat gaya dengan jilbab. Gaya yang sopan. Kadang aku juga memakai kaos ketat dengan jilbab kotak besar yang dijereng sampai sepanjang pinggang. Tapi itu karena aku sedang kehabisan baju yang kering ^o^. Kalau ada kewajiban dari agama bahwa jilbab itu kewajibab, yah aku bersyukur sudah mengenakannya.
   Aku menghormati orang-orang yang belum berjilbab karena itu pilihan pribadi mereka, sama dengan alasanku mengenakan jilbab. Aku tidak setuju kalau ada pendapat yang menyatakan kita harus menjauhi orang yang tidak berjilbab karena berpotensi mencemarkan keyakinan. Bah!!! Keyakinan itu urusan personal. Tidak usah dihubungkan dengan gaya berpakaian dan lain sebagainya. Iman setiap orang berbeda-beda. Nilai yang dianut juga beda.
   Kalau ada yang menanyakan apakah aku tersiksa karena harus berjilbab? Kujawab tidak karena ini pilihanku dan aku merasa senang dan nyaman dengan pilihanku. Aku tidak memaksakan orang memahamiku, hanya lihat saja diriku dan janganlah terintimidasi dengan jilbabku. ^.^

0 komentar: