Minggu, 24 Oktober 2010

Ekstrem Kanan

   Apa maksudnya ekstrem kanan? Ekstrem Kanan adalah istilah umum untuk menjelaskan sekelompok orang penganut agama tertentu yang mengatasnamakan segala tindakan kekerasan dan anarkis yang mereka lakukan atas nama agama. Kelompok ekstrem kanan ini selalu ada dimana-mana. Bahkan di negara paling toleran dan multikultur sekalipun ada. Di Indonesia, kelompok ini diwakili oleh FPI (Front Pembela Islam), FBR (Forum Betawi Rempug), dan kelompok-kelompok ekstrem Islam lainnya.
   Biasanya  kelompok-kelompok seperti ini terdiri dari pemuda-pemuda pengangguran atau putus sekolah yang mencari pelampiasan atau identitas diri dengan bergabung dengan kelompok ekstrem kanan ini. Mereka mudah dikenali karena selalu memakai surban dan berpakaian putih-putih. Ciri-ciri lain adalah suka membawa bambu untuk memukuli orang yang mereka anggap murtad, berboncengan tiga kalau naik motor dan memelihara jenggot. Walau selalu mengatasnamakan Islam dan bertakbir kalau bertindak anarkis, pengetahuan agama mereka biasanya rendah. Jarang membaca Al-Quran apalagi Hadis. Mereka lebih percaya pada ucapan habib alias pemimpin mereka. Jadi kalau habib berkata bahwa cafe atau warung haram, dengan senang hati mereka akan menyerbunya.
   Tindakan mereka yang paling terkenal adalah memukuli demonstrasi yang dilakukan ibu-ibu dan anak-anak di Monas, menurunkan dan melempari patung Dewi Kwan Im di Vihara di Singkawang, melempari Pertunjukan Wayang di Sukoharjo dengan batu dan samurai, dan yang paling baru adalah menurunkan patung Buddha di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Seringkali tindakan mereka berdasarkan alasan bahwa kegiatan penganut agama lain mengganggu ketentraman pemeluk agama Islam.
    Para penganut ekstrem kanan di Republik Indonesia ini juga tidak mengenal toleransi antar umat beragama. Kalau ada kegiatan atas nama muslim atau Islam, mereka selalu menuntut pemeluk agama lain maklum dan menyingkir. Giliran orang mau merayakan natal atau nyepi, mereka membuat keributan dan keonaran. Bahkan sampai mengebom Gereja segala, seperti yang dilakukan Imam Samudra cs.

0 komentar: