Minggu, 03 Oktober 2010

Outliers dan Seni Kegagalan

   Apa yang membedakan orang luar biasa dengan yang biasa-biasa saja? Menurut Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers, jawabannya terletak pada kebiasaan, kerja keras dan pengulangan. Sesuai dengan anggapan bahwa keberhasilan terdiri atas 90% kerja keras dan 10% bakat. 
   Pemain bola tersukses David Beckham melakukan ratusan kali tendangan bebas setiap hari. Pelari cepat (sprinter) berlari cepat dan berlatih di lintasan berkilo-kilo meter tiap hari. Pemrogram software handal sudah belajar bahasa pemrograman sejak masih kuliah dan tiap hari belajar membuat program. Banyak orang yang bekerja keras dan untuk meraih hasil menakjubkan seseorang harus melakukannya sedemikian sering hingga mendarah daging dan menjadi naluri. Sehingga ia bisa melakukan entah tendangan bebas, lari, menulis atau apapun itu bahkan dalam keadaan tidak berpikir. Hal itulah yang ditangkap pada bab Seni Kegagalan di buku What The Dog Saw (Malcolm Gladwell) dan di sinilah ditemukan paradoxnya.
   Ada dua penyebab mengapa seorang ahli atau spesialis bisa gagal padahal ia begitu berhasil, berlatih setiap hari dengan keras dan begitu berbakat. Pertama adalah kondisi tercekat (choked) dimana seseorang seolah kembali ke naluri awal ketika dia masih belajar saat pemula. Contohnya Jana Novotna yang mendadak menjadi pemain tenis pemula ketika poinnya unggul jauh dari Stefi Graf dalam sebuah pertandingan tenis. Sesuatu dalam dirinya runtuh (atau hilang) hingga ia tidak sanggup bermain dengan hebat seperti pada awal pertandingan. Pada akhirnya ia kalah dari Stefi Graf.
   Kondisi kedua adalah Panik, yaitu saat otak dan pikiran macet, tidak dapat berfikir apapun, yang ada hanya keinginan menyelamatkan diri. Contohnya ketika penyelam kehilangan tabung oksigennya, ia refleks meraih selang oksigen temannya. Suatu kondisi yang dapat membahayakan keduanya (untung kesadarannya datang dan ia tidak jadi melakukannya).
   Persamaan tercekat dan panik adalah keduanya terjadi di bawah tekanan atau keadaan stres. Perbedaan nya pada kondisi tercekat pelaku terlalu memperhatikan aksinya yang malah berakibat kemunduran, karena tercekat terjadi pada keadaan tekanan psikologis dan pelaku terlalu banyak berfikir. Tercekat biasanya terjadi pada seorang yang begitu ahli dan berpengalaman. Karena terlalu hati-hati dan ragu-ragu, seorang ahli bisa tercekat. 
   Panik terjadi pada keadaan tekanan fisik. Pelaku tidak bisa memikirkan apapun kecuali menyelamatkan diri, ia tidak bisa berfikir, dan kembali ke naluri awal. Pelaku pada kondisi panik biasanya kurang pengalaman dan tidak tahu tindakan apa yang sebaiknya dilakukan.
   Dari Outliers dan Seni Kegagalan bisa ditarik kesimpulan bahwa untuk mencapai keberhasilan diperlukan usaha, kerja keras,pengalaman, bakat, dan keberuntungan. Tapi adakalanya semua itu seolah hilang begitu saja pada kondisi penuh tekanan (stres), entah itu tercekat atau panik. Oleh karena itu kita harus tawakal dan berlapang dada andai itu terjadi. Bersedihlah sesaat lalu melangkah maju lagi. Life goes on

0 komentar: