Rabu, 11 Januari 2012

Outliers : Rahasia di Balik Sukses

     Sebelumnya saya sudah menulis ulasan tentang seni kegagalan dan outliers di buku what the dog saw. Sekarang saya lanjutkan ulasan menyeluruh tentang buku outliers yang ditulis oleh Malcolm Gladwell.
     Buku Outliers menawarkan pemahaman baru mengenai kesuksesan. Walau selintas judulnya mengingatkan kita akan buku-buku lain tentang kesuksesan, tapi Gladwell melihatnya dari sudut pandang lain. Tiga faktor yang menurutnya paling mempengaruhi kesuksesan adalah kerja keras, kesempatan, dan latar belakang.
     Outliers adalah orang-orang yang berada di luar kebiasaan. Ia bisa orang yang sangat sukses, sangat cerdas, sangat berprestasi, atau juara-juara lainnya. Mereka mencapai puncak kesuksesan karena berbagai hal yang sudah mereka lalui sebelum mencapai momen puncak kesuksesannya.

     Pada bab Kesempatan, Gladwell mengisahkan bagaimana tanggal lahir, kerja keras selama 10000 jam, dan pendidikan dalam keluarga sangat menentukan tingkat keberhasilan seseorang. IQ atau tingkat kecerdasan memang mempengaruhi keberhasilan, tetapi seseorang cukup mencapai skala kecerdasan tertentu saja (dalam buku ini IQ 120) agar dapat lolos kualifikasi tertentu, selebihnya bergantung pada faktor lain.
     Bagian Warisan Budaya menerangkan latar belakang budaya dan bahasa yang mempengaruhi bidang apa yang paling memungkinkan seseorang untuk sukses. Bangsa Asia Timur lebih mungkin sukses di bidang matematika dan sains karena kesederhanaan pengucapan angkanya dan budaya cocok tanam padi yang mewariskan kebiasaaan kerja keras. Bangsa Yahudi lebih mungkin berhasil di bidang tata busana sebelum 1960an karena budaya berdagang dan menjahit yang kental.
    Dari buku ini kita mengerti bahwa semua orang bisa saja berusaha menjadi sukses. Tapi untuk mencapai puncak kesuksesan dibutuhkan kerja keras, kesempatan dan latar belakang yang mendukung. Dengan kerja keras selama 10000 jam seseorang dapat menjadi sangat ahli dalam satu bidang. Ketika kesempatan datang ia sudah sangat siap menyambarnya dan memanfaatkan kesempatan tersebut. Latar belakang budaya dan didikan keluarga membuatnya berani, kuat, mau bekerja keras, mau belajar tekun dan mempertahankan kesuksesannya.
    Orang-orang sukses yang berada di puncak adalah hasil dari kemajuan dan kebudayaan saat itu.

0 komentar: