Kamis, 24 Mei 2012

Happy Investing

    Bagaimana membuat kegiatan berinvestasi menyenangkan? Bagi wanita dan sebagian besar orang,investasi adalah kegiatan asing, hasilnya tidak dapat langsung dinikmati. Kalau pasar saham turun hasil investasi bisa turun. Saat mencairkan investasi harus diperhitungkan. Singkat kata, kegiatan yang asing dan sulit. Sebenarnya investasi tidak sesulit itu. Yang perlu ditentukan sejak awal adalah tujuan berinvestasi dan jangka waktu investasi.
     Yang pertama tujuan. Sebenarnya kenapa kita ingin berinvestasi. Apakah untuk membeli rumah baru, menyekolahkan anak, atau pensiun di hari tua, atau tujuan-tujuan lain.
      Kedua,jangka waktu investasi. Kapan tujuan akan terealisasi/terwujud? Kira-kira kapan kita akan pensiun, kapan membutuhkan rumah baru? Kapan anak akan masuk sekolah?
     Ketiga, perkirakan dana yang dibuthkan di akhir waktu investasi. Berapa dana yg dibutuhkan ketika anak masuk sekolah? Berapa dana yang kita perlukan ketika pensiun? Sebaiknya kita lakukan survey untuk mangetahui dana yang dibutuhkan di masa depan.
     Misalnya kita ingin berinvestasi untuk membeli tanah 4 tahun lagi. Lihat dulu saldo tabungan dan nominal gaji. Perkirakan berapa dana yang harus disisihkan untuk membeli tanah senilai x juta di masa depan. Lalu perkirakan berapa uang yang harus disisihkan tiap bulan. Perkirakan ke instrumen investasi apa dana tersebut akan diinvestasikan. Misalnya separuh saldo tabungan dimasukkan deposito 1 bulanan dengan asumsi tidak akan diutak-atik selama 4 tahun. Dana yang disisihkan tiap bulan dimasukkan ke reksadana dengan imbal hasil 15% setahun. Diharapkan sesudah 4 tahun hasil investasi dan tabungan bisa dipakai untuk membeli tanah.
     Perlu diingat bahwa dana untuk investasi jangan sampai mengganggu alokasi dana kebutuhan harian. Jangan sampai dana investasi menguras isi tabungan untuk kegiatan harian. Disiplin dalam menyisihkan dana untuk berinvestasi juga diperlukan. Tunda dulu keinginan untuk membeli baju baru atau aksesoris yang lucu bila setoran investasi bulanan belum terpenuhi. Ingatlah tujuan awal investasi. Barang konsumsi cepat habis, tapi investasi membuat masa depan hidup kita terjamin

0 komentar: