Jumat, 25 Mei 2012

Memilih Reksadana

    Bagi yang baru mulai berinvestasi, reksadana merupakan pilihan termurah. Dengan setoran awal hanya seratus ribuan, kita bisa memilih puluhan reksadana yang tersedia di pasar. Reksadana online dan CommonwealthBank bahkan menyediakan fasilitas reksadana online yang memudahkan kita memantau portofolio setiap saat. Kita juga bisa membeli, menjual dan mengganti reksadana (swap) dengan fasilitas ini.

    Tapi mungkin kita bingung reksadana apa yang akan dibeli dari sekian banyak pilihan. Kalau metode yang biasa saya gunakan adalah membandingkan kinerja 4 reksadana pilihan di Bloomberg. Buka saja www.bloomberg.com/markets/funds/country/indonesia. Pilih salah satu reksadana, misal Danareksa Mawar Konsumer 10, dan klik mutual Fund Chart for DANMKNS. Maka akan keluar grafik pergerakan reksadana tersebut. Klik 5Y, yang berarti grafik pergerakan reksadana selama 5 tahun. Di kolom "add a comparison" masukkan simbol RD yang akan dibandingkan, misal PANDGUL:IJ (Panin Dana Unggulan). Sebaiknya pilih reksadana yang sejenis, misal pilih semua reksadana campuran atau pendapatan tetap. Semakin bagus kinerja reksadana semakin stabil tingkat kenaikan reksadana.
    Pertimbangan kedua ialah isi reksadana itu sendiri. Sebaiknya hindari reksadana yang memuat efek dari Bakrie Group. Saham mereka cenderung turun terus dan obligasi yang mereka terbitkan berisiko gagal bayar. Walau mungkin reksadana yang berisi efek Bakrie Group memiliki kenaikan harga unit di atas 20% dan cukup fluktuatif. Bila ingin keluar masuk reksadana dalam jangka waktu 3 bulan, reksadana yang memuat saham Bakrie group bisa dijadikan pilihan.
     Reksadana yang berisi efek-efek yang diterbitkan pemerintah biasanya menunjukkan kinerja yang stabil. Reksadana ini umumnya memuat obligasi seperti ORI, Sukri, FR0059 dan saham-saham BUMN seperti BBRI, SMGR, PGAS, dan JSMR. Kinerja reksadana ini biasanya terus naik dalam jangka waktu tahunan dan stabil. Karena jarang turun drastis, reksadana jenis ini sesuai untuk investasi lebih dari 3 tahun. Reksadana-reksadana "tua" seperti Danareksa Mawar atau Schroeder Dana Prestasi Plus mampu mencatatkan kinerja hampir 100% selama 3 tahun.
    Tapi pada akhirnya, keputusan berinvestasi tetap di tangan anda. Kalau anda ingin yang aman-aman saja, simpanlah dana di deposito. Paling tidak anda bisa mengakses dana anda kapan saja.

2 komentar: