Rabu, 06 Juni 2012

Opening Account

    Dimanakah membeli saham? Pertanyaan ini kerap dilontarkan teman-teman kampus. Sebetulnya sudah banyak teman yang berminat untuk investasi, tapi karena belum paham risikonya belum berani. Untuk membeli saham kita cukup mendatangi sekuritas terpercaya. Menurut saya, ada beberapa sekuritas yang terpercaya. Untuk investasi saya sarankan gunakan sekuritas BUMN seperti Mandiri, BNI,Danareksa,dan Bahana. Mau disimpan selama apapun, saham anda tetap aman disini.

    Kemarin saya iseng-iseng membuka akun untuk jual beli saham di 3 Sekuritas, yaitu Danareksa, Etrading dan Sinarmas. Etrading dan Sinarmas adalah sekuritas lokal, sedangkan Danareksa sekuritas BUMN. Ketiga sekuritas ini cukup sering disebut di majalah investasi karena keandalan sistemnya.
    Syarat yang dibutuhkan untuk membuka akun adalah fotokopi KTP, NPWP, halaman pertama buku tabungan yang memuat nama dan nomor rekening nasabah, dan kartu mahasiswa (supaya setoran awal bisa seminimal mungkin, hanya berlaku di Etrading).
    Untuk kelengkapan chart analisis teknikal dan fitur, Danareksa juaranya. Mereka menyediakan fasilitas jual beli saham, reksadana dan obligasi. Kalau membuka fasilitas Danareksa Online, kita bisa membeli reksadana Danareksa dengan fee beli  0%,dan fee jual 0.5% (bila dijual kurang dari 3 bulan, dijual lebih dari 3 bulan bebas biaya jual). Fee beli saham 0.17% dan fee jualnya 0.27%. Kelemahannya, memori komputer yang digunakan harus lebih dari 2gigabit. Kurang dari itu tidak bisa analisis teknikal, cuma bisa jual/beli, running trade dan membuka watch list.
    Tampilan dari Sinarmas lebih sederhana dari Danareksa, bisa dilihat disini. Etrading tampilannya lebih sederhana lagi. Etrading paling bagus justru versi androidnya,fasilitasnya menyamai online trading BNI Securities. Baik Sinarmas maupun Etrading cuma bisa beli/jual saham dengan fee beli 0.15% dan jual 0.25%.
    Dilihat dari jumlah formulir yang harus ditandatangani, diberi paraf, dan ditempel materei, Etrading yang paling singkat. Hanya membutuhkan 2 lembar materai. Tapi tulisannya sangat mungil sehingga kadang lepas dari pengamatan. Pihak etrading juga tidak menyediakan materai, sehingga kita harus membelinya sendiri.
    Formulir dari Sinarmas yang paling banyak,tebal, dan ribet. Kira-kira ada 20an lembar yang harus diisi dan membutuhkan 4 lembar materai. Saya harus sering--sering bertanya kepada marketing bagian mana yang perlu diisi dan mana yang perlu dilewati. Kelebihannya, pihak Sinarmas sudah menyediakan materei sehingga kita tidak perlu repot-repot mencarinya.
    Formulir dari Danareksa cuma setebal 15 lembar. Yang perlu diisi lengkap hanya 6 halaman. Sisanya cukup tandatangan dan paraf. Materei yang dibutuhkan 3 lembar, sudah disediakan pihak Danareksa. Kalau anda mengisi di luar kantor, anda harus menyediakan materei sendiri. 
    Bank Kustodian untuk RDI (Rekening Dana Investor) Etrading adalah Permata, Sinarmas memakai CIMB Niaga dan Danareksa memakai BCA. Kalau rekening tabungan teman-teman berbeda dengan bank kustodian, ada biaya 5000 per transaksi kalau ingin menarik hasil investasi/trading. 
    Setoran awal di Danareksa dan Sinarmas sebesar 5juta rupiah, sedangkan etrading 10juta. Tapi kalau memakai kartu mahasiswa, kita bisa setor kurang dari 10 juta di etrading.
    Dilihat dari proses pembukaan rekening hingga username saya jadi, Etrading dan Danareksa membutuhkan waktu 2-3 hari, sedangkan Sinarmas 5hari. Kita tidak bisa bertransaksi kalau RDI belum jadi. Ketiga sekuritas tsb sama-sama membutuhkan waktu 7-10 hari kerja untuk merampungkan RDI. Jangan keburu setor dana kalau ingin setor membeli saham, tunggu sampai RDI nya jadi. Market selalu memberi kesempatan bagi investor untuk masuk dan belajar :)
    Kebetulan Danareksa menyediakan tutorial dalam bentuk video di youtube yang sangat lengkap. Baik reksadanaonline dan danareksaonline lengkap tutorialnya. Jadi saya tinggal menontonnya kalau sedang bingung. Sayangnya sekuritas lain tidak menyediakan tutorial yang bisa diakses sewaktu-waktu.

2 komentar: