Rabu, 12 September 2012

Kerja vs Kuliah


Seusai kuliah Strata 1, banyak mahasiswa yang baru lulus memilih untuk kuliah Strata 2 atau Master. Pertimbangannya untuk mendapatkan karir yang lebih baik sesudah lulus S2. Atau ingin berkarir di bidang pendidikan sebagai dosen, yang kualifikasi minimalnya memang S2.
Di lubuk hati, sebagian dari mereka takut menghadapi kompetisi di dunia nyata. Dengan memilih kuliah lagi, mereka menunda waktu untuk masuk ke pasar kerja. Mereka takut menghadapi kerasnya dunia nyata dan memilih berlindung di balik nyamannya dinding kampus.
Padahal seperti yang dikatakan oleh berbagai konsultan karir, pelajaran di dunia nyata jauh lebih banyak, beragam dan bernilai daripada di kampus. Dengan masuk ke dunia kerja, kita akan belajar bagaimana caranya berinteraksi dengan orang lain, mengelola diri sendiri dan orang lain, mengelola emosi, uang, dan lain-lain. Berbeda dengan masa kuliah dimana kita masih sangat bergantung kepada orang tua kita.
Memang dengan kuliah lagi kita bisa lebih mendalami ilmu spesialisasi kita. Tapi ilmu itu belum tentu terpakai. Ilmu yang didapat dari kuliah S2 atau Master baru dipraktekkan ketika kita berada di level manajerial, yang setara dengan 4-10 tahun pengalaman kerja. Nyaris tidak mungkin kita langsung diberi jabatan manajeri seusai kuliah S2, apalagi kalau kita tidak punya pengalaman kerja. Untuk apa memberi tanggung jawab besar kepada orang yang belum teruji dan belum berpengalaman?
Bagi saya, mencari pekerjaan seusai kuliah S1 adalah prioritas. Saya bisa menggali potensi saya, belajar rasanya jadi pekerja, memetakan karir di masa depan, dan belajar bersosialisasi. Saya jadi tahu rasanya politik kantor. Saya mendapatkan teman baru dan pengalaman kerja yang tidak didapatkan di dunia kampus.
Persaingan dunia kerja memang keras. Kita harus berusaha dan berdoa agar bisa memenangkan persaingan ini. Karena kita Manusia, yang punya tujuan hidup.

2 komentar: