Selasa, 04 September 2012

Memulai Trading Saham

Di tulisan-tulisan saya sebelumnya saya sudah bercerita tentang biaya online trading, membuka akun saham, berbagai bacaan untuk investor pemula,dan latihan trading saham dengan dummy. Kali ini saya akan paparkan bagaimana memulai trading atau investasi saham.
Sesudah anda menyelesaikan proses pembukaan akun dan melakukan penyetoran dana, sebaiknya duduk diam dulu. Jangan terburu nafsu dan buru-buru membeli saham incaran sewaktu masih berlatih dengan akun simulasi. Pikirkan dulu tujuan awal anda. Trading atau investasi?

Kalau trading, amati grafik pergerakan saham. Kapan harga saham menyentuh titik terendah (harga murah) dan kapan ia mencapai titik tertinggi (harga mahal). Bagaimana harganya sekarang? Lihat dulu trennya melalui MACD. Apakah trennya naik (MACD di atas 0) atau tren turun (MACD di bawah 0). Apakah kita percaya pada gambar grafik MACD?
Lihat juga pergerakan garis MA5,MA20,MA50, dan MA100. Beberapa trader lebih suka memakai garis EMA. Keduanya tersedia di Chart Nexus,Danareksa Online atau HOTs etrading. Kalau MA5 dan MA20 berada di bawah MA 100 atau MA 200, biasanya saham tersebut tren turun. Kalau di atas, trennya naik.
Untuk tren jangka pendek (bagi swing trader) kita perlu melihat kecenderungan pergerakan saham di grafik stochastic oscillator (saya biasa pakai 10,5,3) atau RSI (default). Paling bagus saat garis tren sudah berada di dasar (mepet garis 20%). Peluang untuk naik ada kalau MACD di atas 0. Kalau MACD di bawah 0, harga saham bisa turun lebih dalam lagi.
Sesudah menentukan tren pada saham pilihan,saatnya kita buat Trading Plan. Masuk atau beli pada harga berapa, keluar atau jual di harga berapa,cutloss (jual rugi) pada harga berapa, dan jangka waktu trading kita. Kalau cuma naik 1-2 poin langsung jual tentukan saja waktu trading kita 1-7hari kerja.
Pilihan saham untuk Trading lebih banyak daripada investasi. Kita bisa trading hampir semua saham yang diperdagangkan di bursa efek. Mulai dari saham blue chip sampai sampai saham perusahaan kosong atau penumpuk hutang ala Bakrie Group. Syaratnya: disiplin dengan Trading Plan, dan tidak emosional.
Untuk pemula saya sendiri sarankan untuk mengamati KIJA atau TRAM dari kelompok LQ45. Kedua saham ini punya fundamental kuat dan volume perdagangan tinggi. Mulailah dengan beli/jual 1lot. Jangan beli lebih dari 4 saham dalam satu waktu. Isi portofolio hanya dengan 3-7 saham. Istirahatlah trading 2-3 hari sesudah cutloss untuk menstabilkan emosi. Jangan langsung tergiur dengan keuntungan saham gorengan kalau belum 1tahun di pasar modal.
Disclaimer:tulisan ini cuma pengalaman pribadi penulis. Saya bukan dukun apalagi paranormal,jadi tidak tahu kinerja perusahaan di masa depan.

1 komentar: