Selasa, 02 September 2014

Seruak by Vinca Callista

Seharusnya Seruak bisa menjadi novel thriller yang bagus, andai tidak telalu banyak subplot dan penjelasan yang kacau. Kita hanya perlu membaca bagian awal dan akhir untuk mengetahui jalan cerita Seruak. Halaman 126 hingga 300 bisa dilewati karena isinya hanya kegiatan hura-hura dan drama remaja.
Alkisah, sejumlah remaja harus mengikuti kuliah kerja nyata di daerah terpencil di Jawa Barat, di desa yang tidak terlalu jelas namanya. Karena perbedaan kepribadian dan sudut pandang, mereka jadi sering bertengkar. Tiba-tiba, satu per satu dari mereka tewas karena kebetulan-kebetulan yang tidak masuk akal. Mendadak, ada subplot perebuatan kekuasaan yang muncul di 100 halaman terakhir, tanpa pemberitahuan atau pertanda sebelumnya.
Sebetulnya Seruak bisa menjadi kisah yang menarik andai penulisnya tidak menjejalkan terlalu banyak istilah psikologi dan debat kusir di setiap bab. Sebetulnya fiksi ini bisa menjadi lebih tipis seandainya editor berani memotong dialog dan subplot yang tidak perlu. Sebagai permulaan, Seruak cukup bagus untuk sebuah novel thriller, walau masih jauh dari Joker karya Vabyo atau novel-novel misteri karya V. Lestari. 

0 komentar: