Kamis, 04 September 2014

The Fault In Our Stars By John Green

Buku terbaru yang dibeli perpustakaan daerah ini langsung menarik perhatian saya. The Fault In Our Stars adalah salah satu film remaja yang cukup ramai dibicarakan di bulan Juli 2014. Ceritanya, menurut sejumlah kritikus novel dan majalah bisnis, biasa saja. Tapi kemampuan sang pengarang, John Green, untuk merangkai dialog dan membuat jalinan cerita yang unik membuat The Fault In Our Stars sangat populer di kalangan remaja.
Hazel Grace dan Augustus Waters adalah 2 orang penderita kanker. Kanker mereka tidak sepenuhnya hilang pasca pengobatan, tapi terlanjur merusak kemampuan mereka bernafas dan berjalan. Bersama-sama, mereka berusaha mewujudkan impian satu sama lain dan saling menyemangati, hingga ajal menjemput. Maut terlebih dulu menjemput Augustus.

Daya tarik The Fault In Our Stars terletak pada ceritanya yang mengalir, konflik yang bisa dihubungkan dengan keseharian remaja, karakterisasi kuat tiap tokoh yang tersirat dalam setiap perilaku dan dialog. Alurnya linear dan mengalir, tanpa subplot. Puncak ketegangannya bisa dikata absen. Saat mereka berdua berwisata ke Amsterdam bisa dianggapa saat paling bahagia, karena mereka seolah melupakan kenyataan maut bisa datang kapan pun.
Kelemahannya: The Fault In Our Stars versi buku ini sangat-sangat membosankan (seperti juga versi filmnya) karena nyaris tidak ada ketegangan di dalamnya. Cukup 2 dari 5 bintang.


0 komentar: