Senin, 04 April 2011

Iklan Fashion

    Apa yang teman-teman pikirkan kalau melihat iklan-iklan produk fashion di majalah? Baju-baju model terbaru? Tas dan sepatu koleksi terkini? Model yang cantik dan tampan? Kemampuan luarbiasa fotografer yang dapat menciptakan karya yang enak dipandang? Make-up artist yang handal? Ataukah semuanya?
    Saya condong mengagumi kemampuan fotografer yang sanggup menelurkan hasil fotografi terbaik dan program komputer yang sanggup menutupi segala kekurangan sehingga gambar tampak sempurna. Tugas fotografer dan make-up artist untuk membuat model peraga dan produk fashion tampil mempesona dan sebaik mungkin. Dan computer graphic sanggup memoles semuanya menjadi sempurna. Bahkan hingga hal yang tidak masuk akal sekalipun. Seperti ukuran pinggang model yang cuma separuh dari ukuran pinggulnya atau menghilangkan (hampir semua) kerutan alami di sekitar wajah. Hasilnya memang hebat. Model lebih mirip boneka atau robot dan gambar jadi tidak masuk akal.

    Kenapa tidak mempercayai kemampuan fotografer dan make-up artist saja? Tentu karena pembuat iklan dan produsen produk ingin iklan yang sempurna. Iklan yang menjual mimpi bahwa pemakai produk fashion tertentu nampak percaya diri, berkuasa dan cantik. Apalagi konsumen produk fashion kebanyakn wanita yang mudah tergoda saat melihat produk baru di halaman majalah atau katalog.
    Gambar iklan produk fashion memang tidak terlalu berguna saat calon pembeli berada di toko penjual produk fashion yang bersangkutan. Di sini kemampuan pramuniaga dalam merayu konsumen dan tata letak produk lebih berperan. Namun iklan berguna menggiring calon pembeli ke toko dan menciptakan khayalan bahwa calon pembeli akan menjadi lebih menarik saat mengenakan produk tersebut.
    Dengan harga yang termasuk mahal, produk-produk fashion yang diiklankan di majalah memang menyasar kalangan menengah yang daya belinya tinggi. Wanita yang menjadi sasarannya memang makhluk yang dikenal doyan belanja. Jerih payah fotografer, make-up artist, model, perajin produk dan desainer grafis seolah terbayar saat melihat produk yang mereka kerjakan iklannya laris manis. Produsen senang, konsumen bahagia.
    Sebenarnya tanpa membeli produk fashion yang luar biasa mahal pun kita bisa tampil menarik dan percaya diri. Modal utamanya tentu saja rasa percaya diri dan keramahan. Wajah dan busana bisa dipoles dengan dana terbatas, membantu menyempurnakan penampilan kita.

0 komentar: