Minggu, 29 Juni 2014

Kualitas Kertas Koran

Saya tidak berlangganan koran, tapi ajeg membaca koran di perpustakaan. Entah koran nasional atau lokal, menggunakan bahasa Indonesia atau Inggris, semua saya baca. Selain kualitas artikel, tulisan dan grafis, ada hal lain yang menarik perhatian saya, yaitu kualitas kertas koran.

Kualitas kertas koran tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas konten dan harga. Koran-koran dari Kompas Gramedia Grup punya kualitas artikel, kertas dan cetakan yang bagus sekali, tidak ada keraguan akan hal itu. Kompas, Kontan, atau JakartaPost mengandung tulisan berbobot plus kualitas kertas dan cetakan mumpuni, membuat semua pembacanya puas dan bersedia berlangganan sampai bertahun-tahun walau harganya relatif mahal.
Namun Media Indonesia dan Republika, dengan kualitas cetakan dan kertas nyaris serupa dijual lebih murah. Media Indonesia dan Republika dijual dengan kisaran ±3ribuan. Memang kualitas tulisan di kedua koran nasional tersebut tidak sebagus Kompas cs. Tapi selisih harga yang mencapai 50% (satu eksemplar kompas seharga 4500) bisa membuat pembaca yang sensitif harga dan kurang peduli konten beralih ke kedua koran tersebut.
Yang agak mengejutkan adalah Jawa Pos dan turunannya. Walau selisih harganya dengan Kompas mencapai 30%, tapi ukuran atau dimensi korannya lebih kecil. Kualitas kertas dan cetakannya pun tidak sebagus Media Indonesia atau Republika. Bahkan kualitas artikel dan riset datanya di bawah Media Indonesia bahkan Tribun. Kualitas kertas dan cetakan Jawa Pos hanya sedikit di atas Suara Merdeka. Kualitas sejumlah kertas koran dan cetakan Tribun (versi lokal dari Kompas di tiap provinsi) masih di atas Jawa Pos.
Menurut saya, kualitas kertas dan cetakan Suara Merdeka dan Kedaulatan Rakyat adalah yang paling rendah. Kualitas kertas Suara Merdeka sedikit di atas Kedaulatan Rakyat, tapi hasil cetak huruf dan gambarnya sering berbayang, buram dan salah warna. Kalau dibaca dalam waktu lama, tangan kita akan kotor oleh serbuk tinta koran.
Kualitas cetak dan kerta Kedaulatan Rakyat adalah yang terburuk. Kertasnya ringkih, gampang sobek, buram dan tajam sekali bau tintanya. Cetakan hurufnya sering mengabur dan cuma butuh sekali sentuh untuk membuat tangan kita kotor oleh bubuk tintanya. Walau demikian, kualitas laporannya relatif netral. Beritanya tidak dibumbui pendapat wartawan dan tidak berpihak pada kepentingan tertentu.

Cara paling mudah mengukur kualitas kertas adalah melihat seberapa besar penjual gorengan atau warung makan padang bersedia membayar 1 kg kertas koran. Kompas Grup (Kompas, Kontan, Tribun, Jakarta Post), Media Indonesia dan Republika biasanya dihargai 3-4ribu per kilogram. Jawa Pos 2ribuan. Kedaulatan Rakyat dan Suara Merdeka seribuan. 

0 komentar: