Selasa, 17 Juni 2014

The Hunter by Asa Nonami

Apa kabar teman-teman? Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulisi blog ini. Pertama karena kesibukan kuliah. Kedua tidak ada ide karena otak saya buntu. Hehehe. Sebetulnya saya ingin menulis tentang Piala Dunia, Pilpres atau sharing pengalaman kuliah. Tapi kita semua pasti bosan dengan berita yang itu-itu saja. Jadi kali ini saya meresensi sebuah fiksi karya pengarang Jepang, Asa Nonami, yang berjudul The Hunter alias Pemburu.
Dari covernya, sekilas terkessan Hunter kering dan membosankan seperti karya pengarang-pengarang Jepang modern lainnya. Satu-satunya hal menarik adalah kata “kejutan besar” dari Washington Post Book World. Bahkan sinopsis singkat di sampul belakangnya kurang menarik perhatian pembeli. Untunglah ada satu eksemplar yang sudah dibuka segelnya sehingga calon pembeli bisa sedikit mengintip isinya. Dari membaca singkat satu dua paragraf saya memutuskan untuk membeli buku ini.

Hunter dibuka dengan munculnya kasus kebakaran bangunan berlantai enam. Detektif senior Tamotsu Takizawa dan polisi dari satuan patroli sepeda motor Takako Otomichi terpaksa berpasangan untuk mengungkap kasus ini. Sementara mereka menyelidiki kasus pembakaran ini, pembunuhan berantai berlangsung di seantero Tokyo. Pelakunya diprediksi bukan manusia. Mereka berdua harus menyelidiki kaitan antara kasus pembakaran dengan pembantaian berantai ini.
Seperti halnya fiksi-fiksi karya pengarang Jepang lain yang pernah saya baca (karya Yasushi Inoue dan Haruki Murakami), Hunter dibuka dengan penggambaran iklim musim gugur khas Tokyo dan dialog minim. Untungnya sudut pandang orang ketiga yang bergeser antara Takizawa dan Otomichi membuat pembaca mudah memahami alur cerita dan konflik antar karakter. Bahasa sederhana dan penempatan jeda berupa koma dalam kalimat-kalimat membantu pembaca menyerap dialog dan jalan cerita.
Alur cerita di awal berjalan lambat. Namun seiring dengan semakin lancarnya penyelidikan semakin cepat alur berderap. Bahkan muncul kesan Nonami harus memperlambat alur di bagian klimaks untuk menjaga keruntutan cerita.
Dari segi thrill, Hunter betul-betul berhasil membuat saya betah membacanya tanpa berhenti dalam sehari. Nonami dengan cerdas menyusupkan petunjuk sedikit demi sedikit untuk menjaga rasa penasaran pembaca. Bahkan hingga kisah berakhir, ia mampu membuat pembaca penasaran tentang kasus terbaru Otomichi.

4 dari 5 bintang untuk Hunter yang bisa didapat seharga IDR 69 000. Hunter juga sudah diadaptasi menjadi film bioskop Korea berjudul Howling yang rilis 2012.

0 komentar: