Kamis, 03 Desember 2015

The New New Thing By Michael Lewis

When in doubt, turn to Michael Lewis, or Laura Ingalls Wilder, or Michael Crichton. That is my motto for years, especially when I was not certain what to read (when in library) or what to buy (when in bookstore). That uncertain moment came yesterday, when I visit periplus. There are a lot of books that makes it to Goodreads Annual Choices or New York Times Best Seller. But I am not sure what to choose, what books that suits my taste, and meet my curiosity. In the end, I bought The New New Thing from Michael Lewis.
New New Thing follow the journey of Jim Clark, an inventor who founded four successfull company: Silicon Graphics, Netscape, @Home,and Healtheon. Its natural if nowadays youngsters doesn’t recognize those companies, cause they were acquisited, merged, bankrupt, or took over by other companies. But at the beginning of 21th Sentury, those four was a symbol of capitalism and superiority of Silicon Valley over Wall Street (now it is Google, Apple, Facebook, or Amazon).
New New Thing mengisahkan perkembangan Silicon Valley jauh sebelum tempat itu dikuasai Google dan Facebook. Buku ini menekankan pada bagaimana ide yang baik bisa menghasilkan uang banyak. Berbeda dengan saat ini, dimana eksekusi ide yang tepat dan aliran dana (cashflow) yang stabil yang membuat perusahaan bertahan.
Berbeda dengan Moneyball atau Flashboys yang membuat pembaca bersimpati terhadap karakter utamanya, Jim Clark dalam New New Thing justru membuat pembacanya segera membencinya. Ia semata mengeluarkan ide baru, dan menyuruh orang lain mengeksekusi idenya, sementara ia mengajak jajaran direksi dan investor-investornya berperang. Clark jauh lebih buruk dibanding Steve Jobs. Walau manipulatif dan sering mengamuk, Jobs adalah karakter yang mudah menarik simpati dan karismatik. Steve Jobs juga bukan tipe orang yang mata duitan dan membiarkan teman-temannya berjuang seorang diri. Clark jelas bukan duo Google (Larry Page dan Sergey Brin) atau pendiri Amazon (Jeff Bezos) yang bersedia belajar, ikut serta dalam menjalankan keseharian perusahaan dan berempati kepada investor, direksi, dan karyawan. Clark cuma ingin menjadi kaya, dengan uang, tenaga, dan waktu orang lain.

Dari sisi koherensi cerita, penyusunan kalimat, dan pemilihan kata-kata, New New Thing cukup bagus. Kelemahannya, alur cerita dan penuturannya cenderung lambat, terlalu banyak informasi rinci yang tidak berhubungan langsung dengan cerita yang justru mengganggu alur cerita. Cukup 2 dari 5 bintang untuk New New Thing.

0 komentar: