Minggu, 27 Maret 2016

My Wedding Dress by Dy Lunaly


Sepertinya di akhir tahun 2015 yang lalu penerbit Bentang merilis satu genre bagi generasi wanita muda pembaca Indonesia, yaitu Wedding Lit. Bisa ditebak buku-buku yang masuk genre ini pasti berkaitan dengan pernikahan dan turunannya, entah dari sudut pandang kedua (calon) pengantin, pengiring pria atau wanita, keluarga mereka, atau pihak wedding organizers. Salah satunya My Wedding Dress dari Dy Lunaly.

Novel ini mengangkat tema yang agak berbeda, yaitu bagaimana rasanya menjadi  pengantin wanita yang ditinggal pergi pasangannya di hari ijab kabul, tanpa pemberitahuan. Setahun setelah ditinggal Andre di hari pernikahan, Abby memutuskan bepergian memakai gaun pengantin agar pelan-pelan gaunnya menghitam, menyerap kesedihannya. Di Penang, ia bertemu sesama orang Indonesia yang berprofesi sebagai travel writer bernama Wira yang kemudian menjadi teman seperjalanannya. Wira mengajak Abby menjelajah Penang dan Singapura, membantunya melupakan kenangan-kenangan buruk Abby dan dirinya sendiri.
My Wedding List adalah novel tentang dua jiwa patah hati yang saling menemukan satu sama lain. Keduanya saling menyembuhkan luka hati teman seperjalanannya.
Sebagaimana cerita cewek ala chicklit, teenlit, atau metropop, akhir dari cerita ini mudah ditebak. Bahkan hanya dengan membaca seperempat bagian awal buku saya bisa tahu endingnya: and they live happily. Tapi bukan itu hal yang menarik dari My Wedding Dress. Novel ini bertutur tentang berbagai tempat wisata di Penang dan Singapura yang dibungkus dalam dialog ringan.
Pemilihan lokasi wisata dengan suasana hati tokoh-tokohnya juga pas. Penang diasosiasikan dengan tempat menenangkan diri dan mengenal orang-orang baru. Singapura tempat bersenang-senang dan membuka lembar hidup baru. Australia adalah tempat memulai masa depan dengan belahan jiwa.

Romantisme dalam My Wedding Dress merupakan gabungan antara kecengengan dan ketegaran wanita. Cerita yang tidak terlalu manis, agak pahit, bagai permen kopi karamel yang rasanya meleleh di mulut. Berkesan, tapi mudah dilupakan. 3 dari 5 bintang untuk My Wedding Dress oleh Dy Lunaly.

0 komentar: