Jumat, 20 Agustus 2010

Curiosity #1 : Make up

  Sejak menjadi jobseeker (hyaaaa...diulang lagi) saya mulai sedikit belajar make up. Mascara, pressed powder, foundation, pelembab, etc beserta cara-cara pemakaiannya. Karena saya bukan tipe orang yang suka dandan, awalnya agak segan juga si. Tapi karena mendengar cerita salah seorang teman bahwa teman kosnya "diusir" ketika akan menjalani interview karena tidak berdandan ala model, mulailah saya belajar make up sedikit-sedikit. Saya juga jadi rajin membaca artikel style di majalah dan internet.

  Peralatan make-up yang saya gunakan termasuk sederhana untuk ukuran pemula. Satu set kuas merk Rania yang mencakup 4 macam kuas dan 1 sisir alis, make up kit dari Sariayu seri Rimba Sumatra  dimana dalam satu wadah atau palet ada 4 warna lipstik, 2 blush-on, 6 warna eyeshadow dan bedak two way cake 1 warna lengkap beserta kuas dan sponsnya, mascara seri jawa timur dari sariayu, liquid lip liner warna oranye dari sariayu, dan pressed powder dari Maybelline. Untuk foundation aku minta punya ibu, Caring Colours. Pelembab wajah kebetulan sedang mencoba Garnier Light Cream.
  Biasanya saya memakai make-up komplit ketika pergi kondangan, ke tempat atasan ibu, wawancara kerja, dan kalo lagi iseng waktu liat film di bioskop (buat apa pake make-up kalo gelap ya? saya juga heran). Dandan minimal banget kalo keluar rumah adalah hanya dengan pelembab saja. Yang penting ada SPFnya. Kalo cuaca panas ya bela-belain pake bedak biar cahaya matahari gak langsung kena kulit. Dandan agak menor waktu ke acara nikahan. Semua dipakai, kecuali mascara (takut kena kacamata dan gak bisa ngecengi tamu yang ganteng :p ). 
  Dandan paling menor dan komplit tentu saja waktu wawancara kerja. Memakan waktu 30menit sendiri untuk berdandan. Urutannya pelembab, foundation, bedak, blush-on (kadang lebih sering buat shading tulang pipi), eyeshadow (bisa 3 warna!), lipstick (buat membentuk garis bibir), lipstick cair, dan terakhir mascara. Eyeliner tidak dipake karena takut luntur kalo kena keringat. Oiya, baju dan jilbab harus di.matchingkan juga dengan make-up. 
  Tips-tips buat berdandan biasanya lihat di majalah CHIC atau situs www.fashionesedaily.com  atau lihat video panduan berdandan di youtube. Sejauh ini CHIC paling bagus dalam menyediakan tips berdandan karena betul-betul dijelaskan langkahnya satu demi satu dan produk make-up yang disarankan tidak terlalu mahal, affordable untuk kantong mahasiswa dweh. Fashionesedaily menyediakan informasi yang lengkap sekali tentang make-up dan fashion (like its name :)). 
  Dari produk-produk yang kupakai diatas, sejauh ini lipstik cair dari Sariayu dan pressed powder dari Maybelline yang paling cocok dengan kulitku. Lipstik cairnya bisa bertahan sampai 10 jam dan pressed powder bisa tahan sampai 8 jam dan jatuhnya natural di kulitku. Mascara jawa timur susah dibersihkan (mungkin karena waterproof) dan clumpy , jadi bulu-bulu mataku suka nempel sendiri. Bedak two way cake.nya terlalu muda warnanya di kulit sehingga saya keliatan menor kalo pake. Blush-on lebih sering dipake buat shading karena gak keliatan ngefek di kulit pipi. Eye shadow jarang dipake, tapi paling suka yang warna ijo telek dan pink, warna putihnya bagus juga buat highlight di ujung mata.
  Dan gara-gara senang melihat efek make-up di wajahku, saya  jadi rajin ngeliat-liat produk make-up di toko-toko dan di majalah. Sejauh ini baru kepengen Maybelline Volumizing Express Mascara dan blush-on.nya Revlon. Tapi gak tau kapan mau belinya. Mascara kan harus dibuang tiap 3 bulan. Sayang juga sih. Tapi pastinya ditunggu acara pesta perkawinan selanjutnya, dimana bisa berdandan lengkap head to toe tanpa meras sia-sia ^.^

6 komentar: