Rabu, 05 Juni 2013

Apakah Fed Tapering itu?


Fed Tapering adalah rencana pengurangan pembelian obligasi dari masyarakat oleh Bank Sentral Amerika (The Fed). Kalau dulu dalam sebulan The Fed bisa membeli obligasi sampai dengan 80juta dolar, sekarang mungkin akan dikurangi jadi 40juta dolar per bulan. Kenapa dikurangi? Karena The Fed khawatir jumlah uang yang beredar di masyarakat jadi terlalu banyak.
Prosedur moneter standar bisa digambarkan seperti ini : Pemerintah atau The Fed menjual surat hutang ke masyarakat dengan kupon 1% dan akan jatuh tempo 30 tahun. Lama sekali bukan? Prosedur di atas digunakan bila Pemerintah atau The Fed ingin mengurangi jumlah uang beredar.
Bila ingin menambah jumlah uang beredar,atau bahasa kerennya Quantitative Easing (QE),  prosedurnya dibalik. The Fed membeli surat utang Pemerintah (atau Treasury Bond, biasa disingkat T-Bond) dan surat hutangnya sendiri dari masyarakat. Surat hutang itu pasti punya harga, misal 1 juta dolar selembar. Nah, The Fed akan mencetak uang untuk membayar T-Bond tersebut. Makanya disebut quantitative, karena Bank Sentral betul-betul mencetak uang untuk menambah jumlah uang beredar di masyarakat.
Kemana larinya uang-uang yang sudah dicetak itu? Bisa lari ke konsumsi (belanja, makan, beli rumah, beli gadget, bayar kuliah, dan lain-lain), dimasukkan lagi ke tabungan atau deposito, atau untuk membeli saham, atau berspekulasi di pasar komoditas.
Poin pertama sudah jamak dilakukan, dan konsumsi masyarakat sampai tulisan ini dibuat belum mampu menggerakkan ekonomi Amerika sampai 3% saja. Poin kedua justru sangat jarang dilakukan karena mayoritas masyarakat sana kebanyakan terjerat kredit (kredit KPR sejak 2008 yang belum lunas, kredit sekolah/kuliah, kredit kendaraan, kredit konsumsi,dll).
Poin ketiga dan keempat ini yang jadi kekhawairan The Fed. Sejak program QE diperpanjang tahun lalu, bursa Nasdaq dan NYSE terus-menerus mencetak rekor tertingginya. Padahal tujuan utama The Fed meluncurkan QE adalah agar masyarakat berbelanja barang konsumsi dan modal untuk memutar perekonomian, bukan buat berspekulasi di pasar modal dan komoditas. Makanya mereka mengurangi aktivitas mencetak uang ini supaya dana yang beredar di bursa saham bisa berpindah ke dunia tenaga kerja dan konsumsi (from Wall Street to Main Street)

2 komentar: