Rabu, 12 Juni 2013

Kalo Einstein Lagi Cukuran by Robert L.Wolke



gramedia.com
     Buku ini adalah salah satu seri Einstein dari Robert L. Wolke yang bertujuan menjelaskan sains secara mudah dimengerti dan dipahami bagi orang awam dan anak-anak. Sebelumnya Wolke sudah menerbitkan Einstein Saja Gak Tahu dan Kalo Einstein Jadi Koki.
     Ketiga buku tersebut berfokus pada menu sains yang berbeda. Kalo Einstein Lagi Cukuran berfokus pada kejadian dan peristiwa alam yang kita alami sehari-jari dan berpusat pada 6 unsur, yaitu : Gerak, Matahari dan Cahaya, Energi atau panas, Bumi dan Gravitas, Gelombang (suara dan bau), serta Air. Yup. Buku ini adalah versi separo ilmiah dari acara TV “How Earth Made Us”.
     Kekuatan utama “Kalo Einstein Lagi Cukuran” antara lain : banyaknya humor-humor yang diselipkan (sehingga kita tidak bosan), penjelasan yang dikaitkan dengan kejadian sehari-hari, deskripsi yang mudah dimengerti dan ilustrasi yang lucu.
     Robert L. Wolke adalah gurubesar Kimia di University of Pittsburgh dan seorang peneliti kimia nuklir. Mungkin itu sebabnya ia mengerti betapa membosankannya sains bagi pelajar dan orang awam, dan berupaya mengarang buku untuk menjelaskan sains dengan bahasa yang mudah dimengerti yang ditujukan kepada orang awam. 
     “Kalo Einstein Lagi Cukuran” sesuai bagi anak-anak SMP ke atas yang sudah diajarkan sains dan masyarakat awam. Buku ini agak sulit dimengerti bagi anak SD karena mereka belum diajarkan sains dasar seperti aliran air atau gravitasi bumi. Bagi masyarakat awam, buku ini wajib dimiliki karena kita bisa memahami hal-hal sepele tanpa terpengaruh klenik. Kita bisa membelinya dengan harga 60ribu saja (tanpa diskon). Termasuk murah dibandingkan buku sains lain yang bahasanya sudah sulit dimengerti.
       Sesudah membaca Kalo Einstein Lagi Cukuran, haruskah kita berhenti menonton “How Earth Made Us”? Tidak. “How Earth Made Us” mengaitkan pengaruh sains terhadap sejarah dan perkembangan peradaban, sedang Kalo Einstein Lagi Cukuran mengaitkan sains dengan keseharian kita. Keduanya saling melengkapi. Lagipula, “How Earth Made Us” lebih menarik dilihat daripada sinetron konyol di jam tayang yang sama.

0 komentar: