Jumat, 14 November 2014

Istilah Kuliah : Goal Congruence

Fyuhh, kuliah sudah masuk semester 2. Mata kuliah yang dijalani lebih sedikit dibanding semester lalu, dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Semester ini lebih berat bagi otak saya yang sudah terspesialisasi. Ada beberapa mata kuliah yang tidak masuk ke dalam otak karena tidak paham konsepnya. Ada beberapa yang bisa dipahami dengan mudah karena sudah biasa praktek.

Ada satu kata yang menarik perhatian selama kuliah salah satu mata kuliah, yaitu goal congruence. Istilah ini sangat sering ditemukan di mata kuliah Management Control System. Secara harfiah, goal congruence berarti keharmonisan tujuan. Orang-orang yang bekerja dalam organisasi diharapkan memiliki kesamaan tujuan atau goal congruence agar sasaran bisa tercapai.
Salah satu cara melakukan goal congruence adalah memegang kendali (control). Selama ada pihak yang mengawasi dan memegang kendali, keharmonisan tujuan bisa tercapai. Misal karyawan diawasi kepala cabang, kepala cabang diawasi manajemen pusat, manajemen diawasi pemegang saham. Pihak yang memegang kendali memanfaatkan kuasa jabatan yang dimilikinya untuk memastikan bawahannya melaksanakan tugas. Kuasa jabatan atau kekuasaan dapat dimanfaatkan untuk memberi penghargaan (reward) atau hukuman (punishment), dua insentif yang paling mudah mengendalikan manusia.
Selain melalui kendali kuasa jabatan, goal congruence juga dapat diraih dengan menjejalkan visi, misi dan budaya perusahaan ke orak karyawan. Bila terlalu lama diindoktrinasi, lama kelamaan pegawai secara tidak sadar akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuan perusahaan/organisasi, karena ia merasa bahwa tujuan organisasi adalah tujuannya juga.
Di sejumlah perusahaan yang sudah melantai di bursa (listing) ada beberapa cara untuk membuat karyawan/pegawai merasa bahwa tujuan organisasi identik dengan tujuannya juga, yaitu memberi gaji tinggi kepada manajer (puncak dan menengah/lini) dan memberi EmSOP (employee stock ownership program atau employee stock option plan) kepada semua pegawai dan manajer. EmSOP membuat karyawan merasa memiliki perusahaan, sehingga mereka akan bekerja keras meningkatkan keuntungan organisasinya. Bila laba perusahaan naik dan harga saham naik, mereka jugalah yang akan mendapat untung. Mereka bisa menjual saham atau opsi jatah EmSOP dengan harga tinggi di masa depan.
Pemberian gaji tinggi kepada manajer berfungsi meningkatkan motivasi karyawan agar bekerja lebih keras sehingga mampu menduduki posisi manajer. Pemberian gaji tinggi tidak selamanya untuk menghargai usaha si manajer. Ada tujuan lain di dalamnya, yaitu memastikan bawahan-bawahannya iri dan berusaha keras mencapai posisi manajer.
Bisakah cara-cara di atas memastikan timbulnya keharmonisan tujuan antara karyawan dengan perusahaan? Sebagian besar berhasil, tapi pasti ada sejumlah kegagalan. Tidak ada sistem yang sempurna. Manajer yang diberi kuasa reward & punishment bisa menggunakannya untuk membelokkan tujuan perusahaan menjadi tujuannya sendiri. Antar pegawai bisa saling menusuk dalam mendapatkan promosi. Karyawan bisa menjadi sedemikian skeptis kepada visi dan misi perusahaan akibat budaya yang bertentangan dengan tujuan perusahaan. Semua itu adalah tantangan yang dihadapi organisasi saat berusaha menyatukan unsur-unsur pendukungnya, terutama sumber daya manusianya.


0 komentar: