Minggu, 16 November 2014

The Moral Case For Fossil Fuels by Alex Epstein

Selama ini kita hanya mendengar dan menyaksikan keburukan dari energi fosil (minyak bumi, gas alam dan batubara). Mulai dari meningkatkan suhu bumi, mempercepat perubahan iklim, hingga menyebabkan bencana alam, seperti yang selalu didengungkan aktivis Greenpeace. Kita lupa mengukur manfaat yang diberikan energi fosil, mulai dari bahan bakar murah, energi listrik melimpah, hingga penyedia energi utama bagi aktivitas manufaktur. Berkat bahan bakar fosil perekonomian tumbuh, jutaan lapangan kerja tercipat, peradaban dunia berkembang, dan teknologi berkembang pesat.
Ide atau premis utama dari buku karya Alex Epstein ini adalah keuntungan (benefit) yang didapat dari bahan bakar fosil jauh melebihi risiko atau bencana yang ditimbulkannya. Dunia memang menjadi lebih panas, tapi lajunya tidak secepat yang diperkirakan ilmuwan 30 tahun yang lalu. Es di Greenland memang mencair, tapi tidak meningkatkan ketinggian air laut seperti yang diperkirakan ilmuwan lingkungan 20 tahun yang lalu. Penduduk Greenland justru bisa bercocok tanam sejak suhu bumi menghangat.

Buku ini tidak hendak membela penggunaan energi fosil secara membabi buta. Epstein justru ingin pembacanya memandang pemakaian energi fosil dari sudut lain, yaitu kemajuan peradaban dan kesejahteraan manusia. Ia pun menekankan perlunya diversifikasi sumber energi. Karena bahan bakar fosil saat ini adalah satu-satunya sumber energi yang reliable (dapat diandalkan) tapi efek sampingnya sulit dimitigasi, perlu ditambah sumber-sumber energi lain dari bahan bakar non-fosil. Untuk sumber listrik, diperlukan pembangkit listrik tenaga nuklir, air, mikrohidro,panas bumi, ombak, kincir angin dan surya untuk melengkapi pembangkit listrik tenaga gas alam dan uap (batubara). Untuk bahan bakar kendaraan, saatnya mendiversifikasi bahan bakar minyak bumi ke bahan bakar etanol, olein (minyak goreng), listrik atau hidrogen.

Sebagai karya investigasi tentang konsumsi bahan bakar fosil, Moral Case For Fossil Fuels sangat membuka mata akan sisi baik dari bahan bakar fosil tanpa mengesampingkan efek buruknya. Yang perlu dilakukan adalah menyusun portofolio energi agar efek buruk bahan bakar fosil dapat diperkecil.

0 komentar: