Sabtu, 07 Maret 2015

Drunk,Tank,Pink By Adam Alter

   Percayakah anda bahwa hampir semua keputusan dan nasib manusia terkait dengan hal-hal kecil dan sederhana? Percayakah bahwa jauh di sudut pikiran, kita masih melakukan, memikirkan dan mengalami bias? Drunk, Tank, Pink yang ditulis Adam Alter berusaha menjawab dan menjelaskan itu semua.
    Seperti halnya Outliers karya Malcolm Gladwell, premis utama buku ini menjelaskan satu hal yang disebut Butterfly Effect, bahwa perbedaan tipis saja bisa memberikan hasil yang jauh berbeda. Perbedaan itu bisa berakar jauh di dalam kondisi mental dan biologis seseorang, tapi bisa juga berasal dari kebiasaannya.
    Alter menjelaskan beberapa dengan dilengkapi riset-riset pendukungnya, misal: kenapa polisi di Inggris dan Amerika Serikat bisa “khilaf” membantai orang-orang kulit hitam berdasar kecurigaan saja, kenapa pemakai kostum warna merah lebih banyak menang di Olimpiade, kenapa orang cenderung marah saat iklim/cuaca memanas, kenapa politisi bernama sederhana lebih banyak terpilih, dan lain-lain. Di bagian epilog, Alter menjelaskan dengan ilustrasi sederhana pengaruh sejumlah hal di atas terhadap nasib seseorang.
    Buku ini menarik karena mempertanyakan sekaligus menjelaskan (baik pro maupun kontra) suatu hal yang dipercaya oleh sebagian besar orang. Bahwa hal-hal kecil yang sepertinya tidak berhubungan bisa menentukan baik-buruknya nasib seseorang.
     Jika dilihat dari tata cara penulisan maupun cara Alter membuat pembacanya ketagihan, buku ini belum berhasil melakukannya. Daya rekatnya tidak sebesar Salt,Sugar,Fat (Michael Moss) atau Flash Boys (Michael Lewis). Namun, buku ini berhasil membuat saya memahami cara kerja otak dan bagaimana memanipulasi impuls saraf untuk mendapatkan hasil sesuai yang saya inginkan.
     Buku ini wajib dibaca oleh semua peminat dan pelaku ilmu psikologi. Dari sini kita bisa sadar bahwa psikologi manusia tidak hanya bisa dimanipulasi oleh obat atau cahaya saja, tapi juga oleh warna baju (pink mengurangi agresivitas, merah justru memacunya), nama, lokasi, suhu dan pelbagai kondisi fisik.
     Pasca membaca Drunk, Tank, Pink, mungkin kita jadi bertanya-tanya, kalau manusia sedemikian mudah dimanipulasi justru oleh hal-hal yang bersifat fisik dan biologis, lantas apa yang dimaksud dengan jiwa, panggilan hidup, roh atau arwah, yang kata kitab-kita suci terbebaskan dari tubuh fisik saat kita wafat? Bukannya manusia justru adalah makhluk fisik? Drunk Tank Pink memberikan bukti yang bisa diverifikasi, bukan sekadar omong kosng yang menuntut kita percaya penuh tanpa keraguan

0 komentar: