Rabu, 06 Januari 2016

Jalan Jalan Ke Antartika by Agus Supangat

Antartika. Sebuah benua di ujung selatan Bumi. Satu-satunya benua yang tidak dihuni manusia, kecuali untuk penelitian. Benua yang dingin, keras, beku, dan serba putih. Misteri yang menyelimuti Antartika setara dengan Bulan atau Mars. Ke sanalah Agus Supangat dan Muhammad Lukman mengembara pada awal tahun 2002 bersama kapal Aurora Australis dalam misi penelitian Australian Antarctic Division.
Buku yang ditulis Agus Supangat, peneliti Oseanografi ini mengisahkan perjalanannya menuju, selama, dan meninggalkan Antartika. Di bagian-bagian awal, ia banyak bercerita mengenai kondisi geologis, geografis, dan meteorologis Antartika. Pembaca diajak memahami di mana letak Antartika? Seperti apa kontur dan struktur daratannya? Bagaimana cuacanya? Kenapa tidak ada hewan yang menetap di daratannya, tapi kebanyakan di lautannya? Dan berbagai pertanyaan lainnya.

Menginjak bagian tengah buku, ia berbagi info mengenai penelitiannya bersama AAD. Suka dukanya, waktu perjalanan, teman-teman barunya, detail teknis penelitian, kehidupan peneliti di stasiun-stasiun penelitian di daratan Antartika, dan puluhan informasi lainnya. Di bagian akhir barulah ia memaparkan pendapatnya mengenai penelitian bidang kelautan dan perikanan di Indonesia.
Bagian paling menarik dari buku ini adalah foto-foto perjalanan dari atas kapal Aurora Australis dan pemandangan di Antartika. Begitu pula dengan kisa-kisah para peneliti AAD dari berbagai bangsa. Pemandangan alam yang luar biasa (beserta penjelasan bagaimana fenomena tersebut terjadi) menyadarkan saya akan kecilnya arti kita di alam semesta. Toleransi dan keramahan peneliti-peneliti yang berasal dari berbagai negara menyadarkan saya bahwa ilmu padi itu benar adanya.

Buku yang ditulis dengan gaya bahasa ala National Geographic ini cukup layak dikoleksi bagi penggemar sains. Penggemar non-sains juga dapat mengoleksi buku ini untuk menambah referensi tentang benua paling terpencil di bumi, Antartika. 3.5 dari 5 bintang untuk Jalan Jalan Ke Antartika by Agus Supangat.

0 komentar: