Sabtu, 04 Oktober 2014

Curhat Salah Jurusan

Sudah beberapa hari ini saya keranjingan ask.fm. Beberapa selebtwit (orang yang jumlah pengikutnya lebih banyak daripada jumlah cuitannya) yang saya ikuti pun membuat akun di ask.fm, seperti : @vipertongue, @manampiring, @imanlagi, dan @veritasardentur. Pendapat dan jawaban mereka atas sejumlah pertanyaan hati kegalauan hati pengikutnya sungguh jenaka dan mencerahkan hari. Beberapa pertanyaan dan jawaban memberi sudut pandang lain, tapi kebanyakan menginformasikan hal-hal yang tidak saya ketahui.

Salah satu dialog yang baru-baru ini terjadi adalah tentang jurusan kuliah. Beberapa penanya ingin masuk jurusan idaman tapi takut tidak dapat pekerjaan kelak, dan orang tua sudah memilihkan jurusan lain. Saya sendiri mengakui kalau pilihan kuliah S1 saya bisa disebut salah jurusan. Masuknya pemuliaan tanaman, tapi kesukaannya main saham dan reksadana. Tidak heran saya bekerja di salah satu broker house dan melanjutkan kuliah di program MBA.
Tapi saya tidak menyesal masuk pertanian dan bekerja dulu sebelum kuliah lagi. Saya memang menyukai ilmu biologi, kimia dan pertanian. Hanya otak saya kurang memadai untuk menghafal dan menyerap semuanya hingga output IPK jadi jongkok. Di fakultas pertania, saya belajar konsep metode belajar dan meneliti yang tidak akan didapat di fakultas ilmu sosial. Saya jadi tahu kekurangan dan kelebihan industri pertanian dan tantangan yang menghadangnya. Karena pertanian adalah fakultas yang sangat umum dan mudah ditemui, saya jadi terpacu untuk mendiferensiasi ilmu saya dan meningkatkan nilai tambah diri sendiri. Tidak masalah spesialisasi ilmu saya saat ini berbeda jauh dengan kuliah S1, toh ia juga bagian dari proses belajar.Buat teman-teman yang galau dalam memilih jurusan kuliah, tidak masalah memilih jurusan yang disukai. Lapangan kerja saat ini kebanyakan sudah menerima rekruitmen untuk segala jurusan. Asal ingatlah bahwa kuliah itu memerlukan pengorbanan biaya, tenaga dan waktu yang banyak, maka raihlah IPK setinggi mungkin, ikutlah sebanyak mungkin kegiatan dan perluaslah pergaulan hingga menembus batas. Dengan demikian kita memiliki bekal pengalaman yang cukup saat memasuki dunia kerja.

0 komentar: