Jumat, 03 Oktober 2014

Son Of Neptune By Rick Riordan

Percy Jackson is baaaaack! Sesudah diselingi oleh Lost Hero yang membosankan (perkecualian untuk Leo Valdez, the funny and witty fireman), Percy kembali di buku kedua serial Blood of Olympus. Kali ini ia tidak ditemani oleh Annabeth dan Grover, melainkan Frank Zhang putra Mars dan Hazel Levesque (putri Pluto, adik tiri Nico DiAngelo). Percy yang sudah ditidurkan Juno/Hera selama 8 bulan harus mengarungi area barat Amerika. Ia ditugasi menyelamatkan Thanatos sang dewa kematian dan membimbing kedua demigod pemula itu menjalani misi yang tampak mustahil.
Dalam fiksi beralur cepat ini, pembaca lagi-lagi disuguhi sejumlah dialog menyebalkan dan komentas sarkasme tapi kocak khas Percy. Cerita dituturkan melalui sudut pandang 3 tokoh utamanya, Hazel, Frank dan Percy. Perpindahan antar karakter berlangsung mulus dan cepat.

Dibandingkan Lost Hero, tokoh-tokoh disini punya daya tarik yang lebih manusiawi. Setiap tokoh punya karakter dan sifat yang lebih dekat dengan pembaca dan susah ditebak. Frank peranakan China. Hazel peranakan Afro-Amerika. Ibu Frank tewas saat berperang di Afghanistan. Almarhum Ibu Hazel hidup terpuruk dalam kemiskinan. Hidup Frank tertambat pada sebilah kayu bakar. Hazel adalah jiwa orang mati yang dihidupkan oleh Nico DiAngelo. Karakter keduanya, ditambah Percy sang pembuat onar yang sangat terampil bertarung tapi doyan melawan aturan, membuat Son of Neptune sangat sesuai dibaca berulang kali.

Seperti layaknya novel-novel Young Adult lain, ada satu plot tunggal dengan beberapa subplot dalam Son of Neptune. Namun kebanyakan subplot selesai dalam 3-5 bab saja. Sederhana, cepat dan mudah dipahami. Son of Neptune layak mendapat nilai 4 dari 5 bintang. 

0 komentar: