Minggu, 12 Juli 2015

Krisis Utang Yunani

image belongs to www.visioninconsciousness.org
Pythagoras, Aristoteles, Archimedes, Plato, Pericles. Ilmuwan dan filsuf besar dari Yunani. Meletakkan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan filsafat sosial. Mereka akan bersedih melihat kondisi Yunani sekarang, walau tidak terkejut.
Greek invented tragedy. Yunani yang pertama menemukan tragedi. Barangkali kalimat tersebut tepat menggambarkan keadaan Yunani. Pengangguran 26%. Jumlah uang beredar dibatasi. Terjerat hutang, baik pemerintahnya maupun sektor swastanya. Di atas itu semua, Yunani mengemis uang kepada seluruh dunia: Uni Eropa, Jerman, Bank Sentral Eropa, IMF, dan Rusia, tapi tetap ingin mempertahankan gaya hidup santai mereka. Rakyat Yunani enggan bekerja, tapi ingin dibayar. Memaki dan mengutuk rakyat Jerman, tapi meminta pajak rakyat Jerman dan Estonia untuk membiayai gaya hidup mewah mereka.

Rakyat dan pemerintah Yunani tidak sadar bahwa mereka sendirilah yang menggali kuburan untuk diri mereka sendiri, tapi enggan mengakuinya. Bagaikan anak kecil, mereka meminta, memaki, memohon dan mengutuk pihak-pihak yang hendak menolong mereka.

I hope Greece kicked out from UE. It will cause some short term crisis, but the remaining Eurozone will be more united and more prepared to face their future.

0 komentar: