Senin, 03 Agustus 2015

Big Boned by Meg Cabot

Sudah lebih dari setahun sejak terjemahan Size 14 Is Not Fat Either dirilis, namun hingga saat ini buku ketiga dari serial Heather Wells belum juga keluar terjemahannya. Versi cetaknya pun sulit didapat karena Big Boned tidak termasuk New York Times Best Seller. Untunglah ada Google Play yang menyediakan versi digitalnya, jadi tidak perlu repot-repot ke Kinokuniya untuk memenuhi rasa penasaran. Diharapkan akhir tahun ini versi terjemahan Big Boned sudah dapat dinikmati pembaca terjemahan Indonesia. 

Dalam Big Boned, karakter Heather Wells sudah mengalami sejumlah kemajuan. Ia sekarang berpacaran dengan asisten dosen matematika, meraih kepercayaan lebih besar dari rekan-rekan kerjanya, dan sedang mempertimbangkan tawaran untuk kembali ke karir menyanyi. Berbeda dengan 2 buku pertama di mana perhatian Heather lebih banyak tercurah untuk penyelidikan pembunuhan dan asmara dengan induk semangnya, di buku ketiga ini fokus cerita lebih banyak berpusat pada pekerjaan Hather sebagai asisten direktur asrama Fischer Hall/Death Dorm. Tentu saja masih ada pembunuhan (kali ini terhadap direktur Fischer Hall yang baru), tapi kasus ini hanya berfungsi sebagai pengikat antar kejadian dalam cerita.
Dalam Big Boned, pembaca tidak lagi disuguhi Heather yang labil, walau ia masih sering keceplosan dan mudah jatuh iba. Heather dalam Big Boned lebih sadar tentang arah hidup, tujuan hidup, pekerjaan apa yang ia nikmati dan inginkan, atau siapa saja orang yang penting baginya. Ia juga lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dan mampu membuktikan diri sebagai pemimpin yang efektif di kala krisis.
Pengembangan karakter yang terasa sangat lambat di 2 buku awal terbayar lunas di buku ketiga ini. Pembaca seolah diajak mengenal karakter utama yang lebih matang, stabil dan dapat diandalkan. Walaupun kecepatan cerita dan dialog lebih cepat, tapi hal ini diimbangi oleh dialog segar dan peristiwa yang menghibur. 3.5 dari 5 bintang untuk Big Boned


0 komentar: