Senin, 03 Agustus 2015

Ms. Know It All

Ada sebuah pepatah pegangan bagi semua manajer di dunia bisnis: bila anda adalah orang yang paling pintar di suatu ruangan, maka anda berada di ruangan yang salah. Hal itulah yang saya rasakan selama hampir 2 tahun bersekolah magister di Yogyakarta.
Bagaimana tidak? Pada setiap sesi diskusi, semua anggota kelompok bertanya kepada saya dan mempercayai ucapan saya. Pada sebagian besar mata kuliah (kebetulan sistem pembelajaran di tempat kami menggunakan sistem diskusi), terutama yang terkait dengan spesialisasi saya, hampir semua dosen menunjuk  atau menanyakan pendapat saya. Bila seorang teman mendapat kesulitan dengan suatu materi, ia akan bertanya kepada saya. Sampai-sampai saya mendapat julukan kamus berjalan.

Sejujurnya, saya merasa tidak nyaman dengan julukan tersebut. Kecenderungan orang untuk menanyakan pendapat saya tanpa memberi umpan balik membuat saya merasa lama kelamaan mengidap kelainan God’s Complex atau Ms. Know It All. Saya takut lama kelamaan saya menjadi sombong dan berpikiran tertutup, enggan menerima pendapat orang lain. Yang lebih menakutkan, sindrom ini membuat saya merasa diri saya paling benar dan sulit menerima kenyataan yang berbeda dengan pemahaman saya.

Sejauh ini, kecenderungan orang untuk menanyakan beberapa hal memacu saya untuk belajar dan membaca lebih banyak. Saya percaya sebetulnya tiap orang sudah punya jawaban atas pertanyaan mereka. Mereka hanya ingin mendengarnya dari mulut orang lain yang mereka percaya untuk mengkonfirmasi jawaban mereka.

0 komentar: