Selasa, 01 September 2015

Orang-Orang Pulau Oleh Giyan

   Seperti apakah budaya Madura? Bagaimana struktur masyarakatnya? Bagaimanakah kehidupan sehari-hari mereka? Bagaimana mereka bereaksi terhadap kekayaan atau kemiskinan? Apakah arti darah biru di masyarakatnya? Orang-orang Pulau berupaya memberi jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas.
     Orang-orang Pulau adalah novel dari putera asli Madura yang diterbitkan Intrans Publishing. Novel setebal 332 halaman ini diterbitkan bulan Desember 2013.  Cetakannya cukup bagus, kertas kekuningan yang ringan. Walau demikian, diperlukan kesabaran ekstra membaca Orang-Orang Pulau. Spasi antar kata hanya 1.15. Margin kanan-kiri terlalu rapat.
     Kelemahan terbesar novel ini justru terletak di ceritanya. Membacanya serasa membaca naskah kasar yang belum diedit dan dipoles. Premis dasar cerita, percintaan 2 orang beda kasta, terasa hanya dipaksakan untuk memberi kesempatan penulis mendeskripsikan kegian harian orang Madura, menulis berpanjang-panjang filsafat tidak penting, dan menulis adegan ala novel stensilan. 
    Inti cerita sebenarnya bisa dimampatkan menjadi hanya puluhan halaman. Tapi penulis malah menambah dialog dan renungan tidak penting. Cara penuturan Orang-Orang Pulau mengingatkan saya akan novel Seruak dari Vinca Callista. Cara penuturan dan komposisi kedua novel ini sama, terlalu banyak dialog sampah dan renungan filsafat tapi miskin informasi.
      Saya cukup bersyukur tidak perlu membeli untuk menikmati Orang-Orang Pulau. Perpustakaan Daerah sudah menyediakannya. Satu dari lima bintang untuk Orang-Orang Pulau dari Giyan.




0 komentar: