Sabtu, 05 September 2015

When To Rob A Bank By Steven Levitt Dan Stephen Dubner

Dua penulis serial Freakonomics ini termasuk penulis produktif. Setelah trilogi Freakonomics dinyatakan selesai, tanpa disangka-sangka setahun kemudian mereka menerbitkan buku baru When To Rob A Bank. Perbedaan buku keempat dengan 3 buku Freakonomics adalah: When To Rob A Bank terasa seperti naskah mentah yang belum dipoles. Hal ini wajar karena buku ini adalah kumpulan diskusi dalam blog http://freakonomics.com. Sehingga When To Rob A Bank terasa bagai persembahan Levitt dan Dubner kepada pembaca setia dan kontributor aktif blog mereka dari setelah dunia.

Dialog dan curahan hati kedua penulisnya membuat buku keempat ini terasa lebih hangat. Mereka berdua menceritakan pekerjaan-pekerjaan utama mereka (bahwa Freakonomics cuma sampingna yang menyenangkan), keluarga mereka, dan kesan-kesan mereka terhadap sesuatu. Hasil-hasil investigasi dan riset (ilmiah maupun amatir) dari pembaca setia mereka pun disampaikan dalam helai-helai When To Rob A Bank.

Buku ini tidak terlalu tebal, hanya 269 halaman, dan bisa diperoleh di GooglePlay Books seharga seratus ribuan. Gaya penulisan buku ini menyerupai blog, walaupun 20 persennya tetap dilengkapi hasil penelitian ilmiah dan resmi. Pendekatan tanya jawab sepertinya sengaja digunakan Dubner dan Levitt agar setiap tulisan dalam When To Rob A Bank bisa dikembangkan oleh pembaca-pembacanya menjadi penelitian atau penyelidikan sendiri. 3.5 dari 5 bintang untuk When To Rob A Bank.

0 komentar: