Jumat, 11 Juli 2014

Bliss by Kathryn Littlewood

Sejumlah kue bisa menyembuhkan jerawatmu. Ada cake  yang bisa membuat gadis-gadis tergila-gila padamu. Cedera parah? Tenang, ada kue ajaib yang bisa menyambungkan lenganmu yang patah.
Sejak Harry Potter meraih sukses besar, bermunculan novel fiksi young adult bertema sihir dan remaja. Salah satunya Bliss, novel pertama dari The Bliss Bakery Trilogy karya Kathryn Littlewood. Bliss berkisah tentang Rosemary atau Rose Bliss,seorang remaja belasan tahun bersama Ty (kakak lelakinya) dan Leigh (adik bungsunya) yang berusaha menjalankan toko roti keluarga. Rose bertekad membuktikan kemampuannya dalam sihir perbaikan melalui roti dan kue-kue penyembuh saat kedua orang tuanya harus mengatasi wabah flu di kota sebelah. Sayangnya, Rose yang masih kecil dan naif itu tidak sadar bahwa ia telah dimanfaatkan oleh Bibi Lily, seorang kerabat jauhnya, untuk mencuri buku rahasia keluarganya.

Alur dalam Bliss mengalir sedang, dengan dibumbui sedikir kejutan. Bliss sepertinya menggantungkan diri pada imajinasi pembaca pada kue-kue di dalamnya untuk membuat pembaca betah. Walau bisa dikatakan tidak membosankan, tapi Bliss juga tidak bisa dibilang menarik. Kurangnya kejutan dan humor di lembar-lembarnya tidak bisa menyembunyikan kelemahan eksekusi penulisan Bliss. Cerita kehidupan anak SMP/ABG kurang dieksploitasi oleh pengarang. Padahal premis remaja yang mencari pengakuan diri bisa diolah menjadi cerita yang lebih lucu dan menarik.

Bliss bisa diperoleh dengan harga 60ribuan saja di berbagai toko buku. Sampulnya menarik, dengan bagian tepi halaman-halamannya diwarnai biru oleh penerbit. Bliss adalah jenis buku yang menarik saat dibeli tapi cepat bosan saat dibaca. Saya tidak merekomendasikan buku ini untuk dimiliki, lebih baik pinjam di perpustakaan atau persewaan buku. Selamat membaca.

0 komentar: