Sabtu, 05 Juli 2014

The Checklist Manifesto by Atul Gawande

Masing ingat resensi buku The Invisible Gorilla? Di situ disampaikan bahwa salah satu ilusi paling mematikan umat manusia adalah ilusi ingatan. Manusia cenderung berpendapat bahwa mereka mampu mengingat segala hal, bahkan kadang membanggakan ketajaman daya ingatnya. Kenyataannya? Ingatan sering tidak membantu saat dihadapkan dengan ujian atau rekonstruksi ulang. Untuk itulah hadir checklist.
Apakah checklist? Sederhananya, checklist adalah daftar ringkas mengenai hal-hal yang harus dilakukan sebelum mengerjakan sesuatu. Contoh: sebelum memutuskan berinvestasi, kita harus memberi laporan keuangan tahunan dan kuartalan. Apa saja yang harus diperiksa?

1.    Rasio lancar <1 o:p="">
2.    PER <20kali o:p="">
3.    DER < 1
4.    Debt per Asset < 0.8
5.    Opsi penjualan saham oleh direksi perusahaan
6.    Opsi EMSOP kepada karyawan
7.    Rencana perusahaan setahun ke depan (corporate action)
8.    Prospek bisnis perusahaan saat ini

Sederhana? Tidak. Walau sepintas sederhana, sejumlah poin di atas kerap dilewatkan. Saya sendiri pernah melewatkan sejumlah poin di atas, and it costs me an awful lot.
Checklist bertugas membantu kita untuk melakukan sesuatu dengan benar. Checklist yang baik adalah yang ditulis dan diperhatikan sebelum kita mulai melakukan sesuatu. Pilot-pilot di seluruh dunia secara rutin mendaras checklist sebelum terbang untuk menjamin keselamatan. Dokter-dokter bedah yang disiplin patuh pada checklist demi keselamatan pasien. Checklist sudah digunakan secara luas untuk aktivitas yang kompleks dan berbahaya.
Apa guna checklist? Secara langsung, checklist berguna mengurangi potensi kesalahan manusia. Di hampir semua aspek kehidupan, kita sering sekali melewatkan sejumlah hal. Yang paling sederhana mungkin hanya ketinggalan kacamata atau kunci kos. Tapi bisa menjadi masalah serius kalau yang tertinggal adalah tumor atau skalpel perut pasien.
Checklist membantu meringankan beban otak. Seperti yang sudah dipaparkan dalam Gorilla, otak kita tidak mampu mengingat sejumlah hal sekaligus. Kita bisa mengurangi potensi kesalahan sekaligus menghemat energi dengan membuat checklist sederhana sebelum melakukan sesuatu.
Checklist Manifesto adalah buku ketiga Atul Gawande, seorang dokter bedah endokrin di Boston, sesudah Better dan Complications. Semua buku-bukunya bercerita tentang sejarah kemajuan dunia kedokteran yang terus menerus berupaya memperbaiki diri.
Gaya bahasa sederhana dan alur kisah yang mengalir membuat kita tidak merasa berat membaca buku setebal 266 halaman ini. Pembaca bisa menyelesaikan Checklist Manifesto dalam sehari tanpa kesulitan berarti. Pembaca seolah sedang mendengarkan Gawande bercerita saat menikmati buku ini.

The Checklist Manifesto bisa diperoleh di Gramedia atau toko-toko buku terdekat dengan harga 30ribu saja. Selamat menikmati. 

0 komentar: