Sabtu, 13 Desember 2014

Percy Jackson’s Greek Gods

Pernahkah teman-teman membaca mitologi Yunani, dalam bentuk buku, bukan di Wikipedia atau Google? Saat ini sulit menemukan toko yang menyediakan buku mitologi Yunani atau perpustakaan yang meminjamkannya. Dulu, sejumlah perpustakaan menyediakan buku kumpulan Mitologi Yunani yang berwarna-warni dengan kertas 90 gram yang tebal dan mengkilap. Sebagian perpustakaan sekolah bahkan sanggup membeli satu set koleksi mitologi Yunani. Saya ingat saat masih SMP, perpustakaan sekolah menyediakan satu set mitologi Yunani, namun hanya sedikit yang berminat membacanya. Kami lebih suka membaca komik atau sastra klasik lokal.
Percy Jackson’s Greek Gods merupakan upaya Rick Riordan membangkitkan minat pembaca anak-anak dan remaha terhadap Mitologi Yunani. Dibandingkan buku-buku mitologi Yunani terbitan lokal, buku ini jauh lebih berat dan kertas berkualitas bagus. Walau tidak setiap halaman dilengkapi gambar, tapi setiap bagian cerita dilengkapi ilustrasi yang sangat menarik. Bahasa dan gaya penulisan masih jenaka dan mudah dipahami , khas Riordan. Pembaca tidak akan sadar apakah ia sedang berada di halaman 20 atau 200 karena terhanyut dalam kisah mitologi.

Bisa dikatakan Riordan tidak mengubah satu pun cerita dewa-dewi Yunani. Ia bahkan menginformasikan sejumlah versi lain dari satu cerita, misal kisah sabit Demeter. Pendekatan yang dipilihnya saat menceritakan mitologi Yunani adalah dari sudut pandang Percy Jackson, tokoh utama di serial mitologi Yunani dan Romawinya. Akibatnya, Percy Jackson’s Greek Gods menjadi buku yang enak dibaca berulang-ulang karena komentar nakal, cerdas dan sarkastis dari Percy.
Disini, kita masih menemui para dewa dan Titan. Hanya saja cerita dimulai betul-betul dari awal, ketika hanya ada Chaos, disusul Gaea, Uranus dan Nyx (Night). Setelah Gaea dan Uranus menikah dan melahirkan para Titan, barulah cerita mulai menarik. Gaea dan Uranus ini seperti Nut & Jeb dalam mitologi Mesir. Bumi dan Langit selalu identik hampir di semua mitologi (Izanagi & Izanami, anyone?)

Walau harganya LUAR BIASA MAHAL, perlu puasa sebulan lebih dan penghematan besar-besaran untuk membeli buku ini, tapi cerita dan penuturan yang ditawarkan, nilai-nilai kemanusiaan (atau kedewaan, terserah interpretasi tiap pembaca), dan ilustrasi cantik yang ditawarkan buku ini sanggup membuat saya melupakan semua pengorbanan itu. Percy Jackson’s Greek Gods sanggup menghibur mata dan pikiran melalui ilustrasi dan kelucuan yang ditawarkan. Saya tak henti-hentinya tertawa saat pertama kali membaca buku ini. I’d love to give 5 to 5 stars to Percy Jackson’s Greek Gods.

0 komentar: