Selasa, 16 Desember 2014

Radio Streaming

Pernahkah teman-teman mencoba layanan streaming radio yang lagu-lagunya bisa kita pilih sendiri seperti Spotify atau Rdio? Berbeda dengan streaming radio konvensional seperti GenFM, DeltaFM, Prambors atau Jogjastreamers dimana siaran radio biasa disiarkan lewat saluran internet, siaran radio lewat Spotify atau Last.fm memungkinkan kita hanya memutar lagu-lagu yang kita pilih. Jadi ocehan penyiar dan iklan (nyaris) ditiadakan. Basically, seperti memutar lagu dari mp3 player atau CD player.

Layanan ini-hingga tulisan ini disusun- hanya laris di negara-negara dengan kecepatan internet tinggi, seperti Amerika Serikat, Swedia, Inggris, Jepang atau Korea Selatan. Di negara-negara tersebut, biaya untuk streaming jauh lebih murah dibanding biaya untuk menyimpan database lagu di media fisik atau membeli media penyimpanan eksternal.
Bandingkan dengan di Indonesia. Kita lebih suka menyimpan lagu di database fisik dan internal, entah di harddisk internal, harddisk eksternal, cakram padat (CD,DVD), kartu memori,atau mp3 player. Biaya untuk langganan internet lebih tinggi daripada biaya untuk membeli media penyimpanan fisik. Sinyal internet pun kurang stabil. Di samping itu, pengguna internet lebih suka mengalokasikan bandwidthnya untuk menonton Youtube dan streaming radio konvensional. Mereka kurang tertarik model streaming lagu seperti Spotify atau Last.fm karena tidak bisa berinteraksi dengan penyiar radio.
Kesadaran akan hak cipta di Indonesia termasuk rendah. Lihat saja lapak-lapak DVD di pasar-pasar yang menyediakan sekeping DVD yang bisa memuat ribuan lagu hanya seharga belasan ribu saja. Padahal jika streaming, atau mengunduh lewat jaringan internet (iTunes,Google Play), dibutuhkan langganan kuota yang lumayan besar untuk mendapatkan lagu sebanyak itu. Disini hukum ekonomi berlaku. Kalau lebih mudah dan murah mendapatkan mp3 bajakan, kenapa harus repot-repot streaming atau beli di Google Play? Toh tarif untuk satu lagu hampir sama dengan harga sekeping DVD.
Salah satu manfaat radio di Indonesia adalah sebagai media penyebaran informasi lokal dan media interaksi sesama pendengar. Kita bisa saling berbagi info tentang titik macet, film terbaru, pentas seni terkini, jadwal diskon, hingga harga sembako. Kita pun bisa saling mengirim pesan ke sesama pendengar radio dan adu kecerdasan dengan penyiar radio. Di Spotify, Last.fm dan Rdio, kesemua fitur tersebut dihilangkan. Pendengar hanya disuguhi lagu tanpa komentar penyiar.

Sebagian pengguna Last.fm adalah anak muda yang gemar mencoba hal baru. Namun ketika menyadari betapa keringnya Last.fm dan kepraktisan memutar musik lewat mp3 player, mereka kembali ke stasiun radio konvensional. Itulah sebabnya layanan streaming radio konvensional seperti Jogjastreamers laris dikunjungi dan mendulang banyak pendengar setia.

0 komentar: