Senin, 05 Oktober 2015

Percy Jackson and The Greek Heroes

Pahlawan remaja tengil nan bandel kembali lagi. Setelah sebelumnya sukses dengan Greek Gods, kali ini ia kembali menceritakan versinya sendiri tentang Greek Heroes atau para pahlawan Yunani (Kuno). Tentu tidak semua ia ceritakan ulang, hanya 12 orang pahlawan yang sangat terkenal dan perannya signifikan dalam sastra Yunani. Mereka adalah Perseus (of course! After all, Percy is abbreviation of Perseus), Psyche, Phaethon, Otrera, Daedalus, Atalanta, Bellerophon, Cyrence, Orpheus, Hercules, dan Jason.
Tidak semua pahlawan tersebut tenar karena pandai bertarung atau berperang. Orpheus signifikan karena ia pemusik terbesar di dongeng Yunani Kuno (gabungan dari Mozart dan Pavarotti). Phaethon dan Bellerophon tenar karena kebodohan dan kenaifan mereka. Perseus dan Theseus adalah ahli strategi dan sosialita handal. Psyche dikagumi karena ketabahan dan kerapiannya. Atalanta dan Otrera adalah ratu-ratu perburuan yang disegani karena adil dan berani mendobrak tradisi yang mengekang mereka.

Dibandingkan dengan Greek Gods yang bisa membuat pembacanya tertawa terpingkal – pingkal karena tertawa sampai perut kram, Greek Heroes terasa kurang menggigit. Fokus cerita adalah para pahlawan Yunani, dan jalan mereka dipenuhi tragedi plus cenderung mati muda atau tewas sengsara (kecuali Perseus dan Otrera). Akibatnya, dialog atau lelucon kocak cenderung dilemparkan saat para pahlawan ini bertualang. Sangat sulit menemukan lelucon yang betul – betul dapat membuat pembacanya tertawa seperti di Greek Gods.
Keterikatan atau engagement pembaca dengan Greek Heroes juga tidak sebesar Greek Gods dengan pembacanya. Saya bisa meletakkan Greek Heroes untuk membaca Irrational Exuberance selama 2 jam tanpa merasa penasaran dengan kelanjutan cerita. Ketiadaan ilustrasi yang menarik juga salah satu nilai minus Greek Heroes. Tidak ada gambar – gambar menarik untuk menambah referensi pembaca.
Walau punya sejumlah kekurangan, Greek Heroes tetaplah sebuah buku yang menarik dan enak dibaca. Pembaca diperkenalkan dengan sejumlah pahlawan besar Yunani dan kehidupan mereka. Delapan dari kedua belas pahlawan itu hidup seperti kembang api, bersinar terang semasa muda untuk kemudian redup, meninggal mengenaskan. Tapi sinar kehidupan mereka sedemikian tenang untuk diceritakan turun – temurun selama ribuan tahun, menghangatkan hati jutaan anak – anak selama ribuan tahun.

Saya membeli buku ini dari Google Play Store seharga IDR 210 ribu, harga yang layak untuk dongeng setebal 400 halaman. Bagian favorit saya sejauh ini adalah Theseus dan Cyrene, yang sedemikian lucu dan menghangatkan hati. Saya harap versi cetak atau terjemahannya nanti akan ditambah ilustrasi – ilustrasi berwarna seperti Greek Gods, sehingga lebih menarik untuk dibaca. 3.5 dari 5 bintang untuk Greek Heroes.

0 komentar: