Sabtu, 19 Oktober 2013

Life Story not Job Title by Darwin Silalahi

         Apa yang terlintas di pikiran ketika membaca judul buku ini? Satu lagi buku tentang career coaching dari Rene Soehardono. Tapi mata bergeser ke bawah sedikit, ternyata ini buku leadership alias kepemimpinan dari Darwin Silalahi, Presiden Direktur Shell Indonesia (setidaknya saat tulisan ini dibuat dan buku ini terbit). Alasan kenapa judulnya mirip dengan panduan karir sepertinya adalah alasan komersial semata. Di kalangan pebisnis nama Darwin Silalahi memang tenar, tapi jarang masyarakat awam yang tahu. Kita lebih akrab dengan Prijono Sugiarto dari Astra atau Zulkifli Zaini (yang sekarang sudah pindah ke Triputra).
          Darwin bercerita tentang bagaimana membangun karir dan kehidupan yang bermakna dengan 6 kiat kepemimpinan, antara lain:
1.     Stay connected to your purpose
2.     Live with the highest goal
3.     Relate from the heart
4.     Deliver on the promises
5.     Enjoy the journey
6.     Build personal resilience

      Contoh yang dipakai (selain dirinya sendiri) untuk merepresentasikan nilai-nilai yang dianutnya mencakup tokoh-tokoh mapan dunia bisnis dan sosial, seperti : Anies Baswedan, Howard Schulz, dan Wendy Kopp. Ia juga mengambil kutipan dari tokoh-tokoh terkenal di dunia bisnis dan kepemimpinan untuk memperkaya buku ini.
          Kesan yang didapat saat membaca buku ini adalah seorang Darwin Silalahi yang suka belajar dan bersemangat juang. Kisah hidupnya mirip Eyang Ciputra yang harus bekerja membanting tulang sejak kecil. Tapi Darwin mampu menjadikan sekolah sebagai salah satu tujuan hidup. Berkat kepandaiannyalah ia bisa meraih berbagai beasiswa dan memboyong keluarganya ke Jakarta. Ia juga rela tidak jajan dan berjalan kaki selama sekolah untuk berhemat demi keluarganya.
          Sikap selalu mencoba hal baru dan tantangan baru tampak ketika ia bekerja sebagai geophysicist. Walau sudah mapan, ia tetap mencari peluang-peluang baru untuk mengembangkan dirinya. Ia bukan orang yang mudah menyerah walau gagal berulang kali. Tetap berusaha dan mengeksplorasi kemampuan diri.
          Sikap maju terus pantang mundur juga ia tunjukkan saat berburu gelar S3. Walau gagal berulang kali karena kesibukan pekerjaan, sampai saat ini ia masih terus berusaha meraih titel S3.
          Life Story mengkombinasikan biografi Darwin sejak ia masih kecil hingga perjalanan karirnya saat ini, dengan deskripsi dan kisa munculnya keenam nilai yang ia anut. Dalam bagian Enjoy The Journey, ia membukanya dengan kisah meninggalnya Michael D. Ruslim (mantan Presiden Direktur Astra) dan apa makna kejadian itu. Ia jadi semakin sadar pentingnya keluarga dan hal-hal lain yang lebih berarti daripada karir dan uang, seperti cinta kasih dan kekuatan hati.
          Hal yang membuat Life Story berbeda dari panduan karir atau kisah kepemimpinan lain adalah Darwin tidak melulu membumbui tulisannya dengan kata-kata manis dan motivasi. Dia juga melihat sisi gelap, konsekuensi dan harga yang harus dibayar saat kita menapaki tangga karir. Dengan mengkombinasikan sisi gelap dan terang dari sebuah pilihan hidup bernama karir, kita bisa mendengar pandangan lain tentang bagaimana membangun karir dan sifat kepemimpinan. Kita bisa memilih melaju cepat dengan menyikut kanan kiri atau menyesuaikan keceptan karir dengan kemampuan kita belajar dan mengeksekusi keputusan.

          Daftar pustaka Life Story penuh dengan buku-buku dan jurnal-jurnal bermutu bertema pengembangan diri dan kepemimpinan. Contohnya riset yang disusun Tsun Yan Hsieh dan Stephen Bear berjudul Managing CEO Transition atau buku On Becoming A Leader karya Warren Bennis. Dari dalam negeri, ada buku Indonesia Mengajar I dan II. Jurnal dan buku dalam daftar pustaka ini rata-rata masuk daftar New York Times Best Seller atau list bacaan terlaris di Amazon. Kalau teman-teman ingin mempelajari kepemimpinan dalam bisnis, referensi dalam Life Story layak dibaca.

0 komentar: