Sabtu, 19 Oktober 2013

The Prestige vs Now You See Me

 Berbulan-bulan setelah ditayangkan di bioskop, baru kemarin saya berkesempatan menonton Now You See Me. Teman-teman semua pasti sudah pernah menontonnya,bukan?
Harus saya akui, penyajian cerita Now You See Me memang menghibur dan sulit ditebak, bagaikan cerita detektif berlatar sulap. Di akhir cerita, kita baru sadar siapa pesulap sebenarnya yang menggerakkan Four Horsemen (tokoh-tokoh utama dari awal cerita). Sajian utama berupa interaksi sang Pesulap dengan keempat asistennya inilah yang menghibur dan membingungkan penonton sepanjang penayangan film.
Menonton Now You See Me mau tak mau saya jadi teringat film lain yang berlatar sulap juga, yaitu The Prestige. Benang merah yang menghubungkan kedua film tersebut antara lain: Michael Caine, alur cepat, plot sulit ditebak, dan akhir yang tak terduga. Kalau Prestige menggabungkan unsur sains (terutama fisika) ke dalam sulap, maka Now You See Me meracik sulap dengan tema keadilan ala Robin Hood. Prestige fokus pada persaingan 2 pesulap memperebutkan gelar pesulap terhebat, Now You See Me fokus pada aksi-aksi sejumlah pesulap dengan kepentingannya masing-masing.
Alur Now You See Me memang terasa lebih cepat daripada Prestige. Musik yang berdentam, kamera bergerak cepat ala MTV, cahaya lampu membanjir, kejar-kejaran ala NCIS, dialog supercepat dan humor sarkasme berpadu disini. Penonton tidak akan merasakan waktu 2 jam berlalu untuk menikmatinya.
Prestige mengambil pendekatan ala drama. Alur cerita berpadu cepat dan lambat, suasana abad 19 ditonjolkan, dialog yang membangun drama dan interaksi antar tokoh, dan plot dibuat agak melompat-lompat untuk bercerita dan menjelaskan suatu hal. Kekuatan Prestige bertumpu pada dialog dan latar yang mendetail. Ia lebih seperti karya seni film yang ideal dibanding menghibur.
Baik The Prestige maupun Now You See Me sama-sama menghibur, tapi keduanya dirancang untuk tujuan pemirsa yang berbeda. Now You See Me cukup dinikmati sekali saja agar penonton terhibur sekaligus paham jalan cerita, sehingga ia sesuai dinikmati di layar bioskop. Prestige membutuhkan konsentrasi tinggi dan kecermatan menyimak dialog. Menonton 2-3 kali pun tidak cukup puas. Prestige lebih cocok dinikmati di DVD atau BluRay yang bisa diputar dan ditonton berulang kali.
Now You See Me lebih menghibur bagi kelompok umur di bawah 30 tahun (dewasa muda dan remaja), makanya dirilis saat musim liburan. Sementara Prestige terkesan adem-adem saja promosinya, karena memang lebih ditujukan untuk kompetisi festival film dan dihargai sebagai karya seni film.
Saya sendiri lebih menyukai Prestige, karena akting dua superhero di sini ternyata lebih bagus dibanding saat mereka berperan sebagai Batman atau Wolverine. Alurnya juga lebih mengejutkan. Now You See Me terasa seperti makan masakan yang istimewa tapi cukup dinikmati sekali saja. Bagi yang ingin tahu dunia pesulap ala Barat, saya anjurkan menonton kedua film ini berurutan. Selamat menikmati


0 komentar: