Jumat, 20 Desember 2013

Fed Tapering Akhirnya Dimulai

     
      Dilansir dari kompas dan businessinsider, Bank Sentral Amerika alias The Fed di hari Rabu (18/12/2013), mengumumkan pengurangan stimulus (tapering) akan dimulai pada Januari 2014. 
     Nilai pengurangannya hanya 10 miliar dollar AS menjadi 75 miliar dollar AS (dari nilai QE85 miliar dollar Amerika Serikat). Rincian pengurangannya: 5 miliar dollar AS untuk pembelian mortgage-backed securities (MBS) dan 5 miliar dollar AS untuk treasury securities.

      Kenapa The Fed akhirnya memutuskan untuk mengurangi stimulus ke perekonomian Amerika? Karena perekonomian Amerika di semester kedua 2013 menguat. Angka pengangguran pelan-pelan menurun. Konsumsi alias belanja masyarakat membaik. Bursa saham terus menerus mencatatkan rekor tertingginya. 
      Awal dari tapering adalah QE (Quantitative Easing), yaitu program pembelian obligasi dari masyarakat dan pemerintah oleh Bank Sentral Amerika. Jenis obligasi yang dibeli awalnya hanya obligasi pemerintah (treasury bond dan treasury bill). Pada tahun 2011 QE3 ditambah menjadi pembelian surat berharga MBS (mortgage backed security) untuk mengatasi kelesuan properti.
       
Bagaimana QE bisa mempengaruhi perekonomian Amerika? The Fed membeli sejumlah surat berharga senilai $85 billion tiap bulan dengan mencetak uang. Uang yang dicetak tersebut diharapkan bisa memicu tumbuhnya perekonomian, entah dengan konsumsi atau belanja atau investasi (mau investasi di bursa saham atau investasi langsung seperti wirausaha).
        Sejak awal 2013, perekonomian Amerika yang runtuh pasca krisis 2008 pelang-pelan mulai bangkit. Belanja masyarakat meningkat. Investasi langsung seperti wirausaha dan usaha menengah bangkit. Bursa saham terus menerus mencatat rekor tertingginya. Nilai perdagangan antar negara Amerika juga naik. Kebangkitan ekonomi domestik mereka juga mempengaruhi perbaikan neraca perdagangan Amerika dengan negara-negara mitra dagangnya. 
      Perbaikan-perbaikan ini meyakinkan The Fed bahwa sudah saatnya mereka mengurangi stimulus. Mereka tidak bisa terus-menerus mencetak uang karena nilai Dolar Amerika bisa saja tergerus. Apalagi perekonomian China dan Rusia sedang melaju. Ditambah Jepang yang mulai menggeliat bangun dari mimpi buruk deflasinya, The Fed merasa wajib mengurangi nilai stimulus. 

0 komentar: